
MAKASSAR — Dini hari kelam melanda kawasan pesisir Jalan Sultan Abdullah, Kota Makassar, Jumat (31/7/2026). Amukan si jago merah yang membumbung sekitar pukul 01.30 WITA menghanguskan sekitar 50 hingga 56 unit rumah semipermanen.
Kencangnya hembusan angin pesisir serta dominasi material bangunan berbahan kayu membuat api dengan cepat merambat, memaksa warga panik menyelamatkan diri tanpa sempat menyelamatkan harta benda.
Berdasarkan pendataan sementara di lokasi, musibah hebat ini berdampak langsung pada 79 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 307 jiwa.
Kehadiran Melinda Aksa di Tengah Penyintas
Menanggapi bencana tersebut, Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, turun langsung ke lokasi pengungsian untuk meninjau kondisi warga terdampak sekaligus menyerahkan bantuan darurat.
Suasana haru mewarnai kunjungan tersebut saat Melinda menyapa dan memeluk sejumlah ibu serta anak-anak penyintas kebakaran yang masih trauma.
“Kami ikut merasakan kepedihan bapak dan ibu semua. Semoga keluarga yang tertimpa musibah diberikan ketabahan dan kekuatan. Yakinlah ini cobaan yang bisa kita lalui bersama,” ungkap Melinda di lokasi pengungsian, Jumat (31/7/2026).
Dalam aksi tanggap darurat ini, TP PKK Kota Makassar menyalurkan bantuan berupa:
- 300 paket makanan siap saji (nasi dos) untuk memenuhi kebutuhan konsumsi mendesak para pengungsi.
- 68 paket bingkisan khusus anak-anak, hasil kolaborasi bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar yang dipimpin drg. Ita Anwar.
Instruksi Pendataan Cepat dan Pemulihan Dokumen
Tak sekadar menyerahkan bantuan logistik, Melinda menginstruksikan jajaran TP PKK tingkat kelurahan hingga pengurus RT/RW untuk segera melakukan pemetaan dan pendataan detail terkait kebutuhan spesifik warga.
Fokus pendataan akan diarahkan pada kelompok rentan—meliputi lansia, perempuan, dan anak-anak usia sekolah—serta inventarisasi dokumen-dokumen penting yang hangus terbakar.
“Data presisi ini vital agar Pemkot Makassar bisa mengambil kebijakan pemulihan yang tepat sasaran, termasuk memfasilitasi pengurusan ulang dokumen kependudukan warga yang terbakar agar akses administrasi mereka tidak terputus,” jelasnya.
Pemkot Makassar Pastikan Penanganan Darurat Maksimal
Penanganan pascabencana ini juga ditinjau langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang hadir bersama jajaran Kepala Perangkat Daerah setempat.
Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar pengungsi, mulai dari penampungan sementara, posko kesehatan, hingga pasokan logistik berjalan optimal.
Di sela peninjauan area pemukiman yang telah menjadi puing, Melinda turut menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), aparat pemerintah wilayah, relawan, serta warga sekitar yang sigap membahu melakukan evakuasi sejak dini hari. (*)


