
Sengkang – Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Sengkang terus bergerak masif dalam menggalakkan kesadaran pajak di lingkungan akademis. Setelah sukses mendirikan dan mengembangkan Tax Center di Universitas Puangrimaggalatung, otoritas pajak daerah ini kini kembali melangkah maju.
Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penjajakan kerja sama pembentukan Tax Center dengan Universitas Islam As’adiyah Sengkang pada Senin (10/8/2026). Upaya ini menjadi sinyal kuat komitmen Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk menanamkan nilai-nilai kesadaran bela negara melalui kepatuhan pajak sejak dini.
Pertemuan penting ini berlangsung hangat di Ruang Pertemuan Rektorat Universitas Islam As’adiyah. Kepala KP2KP Sengkang, Riza Kurniawan, hadir mendampingi Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Watampone, Amran, dalam rombongan audiens resmi tersebut.
Kedatangan jajaran pimpinan otoritas perpajakan ini diterima secara langsung oleh Rektor Universitas Islam As’adiyah, Prof. Dr. Hj. Indo Santalia, M.Ag., yang didampingi oleh jajaran pejabat civitas akademika kampus.
Membangun Jembatan Edukasi Perpajakan di Dunia Akademik
Dalam audiensi tersebut, Kepala KPP Pratama Watampone, Amran, memaparkan secara mendalam peran penting keberadaan Tax Center di perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa lembaga ini bukan sekadar wadah formalitas kerja sama, melainkan jembatan krusial yang menghubungkan teori akademik dengan realitas perpajakan nasional.
Kehadiran Tax Center diproyeksikan menjadi pusat kegiatan edukasi, penelitian, sosialisasi, hingga pengabdian masyarakat berbasis perpajakan. Melalui sarana ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai peraturan pajak secara kontekstual, tetapi juga dibekali keterampilan praktis yang siap diterjunkan ke dunia kerja.
“Tujuan utamanya adalah membangun budaya literasi perpajakan bagi mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa. Kami ingin pemahaman yang utuh tentang pajak ini nantinya dapat diteruskan dan disebarluaskan oleh para mahasiswa kepada masyarakat luas,” ujar Amran dalam keterangannya.
Komitmen dan Program Kerja Tax Center
Keberadaan Tax Center di lingkungan kampus akan mengintegrasikan berbagai program penguatan kapasitas yang berkesinambungan. Beberapa fokus utama dari kolaborasi ini meliputi:
- Penyelenggaraan Kuliah Umum dan Seminar: Menghadirkan praktisi perpajakan langsung ke ruang kelas untuk memberikan wawasan up-to-date.
- Program Relawan Pajak: Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendampingi wajib pajak dalam pelaporan SPT Tahunan secara nyata.
- Riset dan Penelitian Perpajakan: Mendorong akademisi dan mahasiswa melakukan studi ilmiah guna memberikan masukan kebijakan perpajakan.
- Praktik Lapangan & Magang: Membuka akses bagi mahasiswa untuk merasakan pengalaman kerja di instansi perpajakan.
- Pengabdian Masyarakat: Menggelar edukasi dan asistensi perpajakan mandiri bagi UMKM di sekitar Kabupaten Wajo.
Respon Positif Rektorat dan Arah Pengembangan Kampus
Menanggapi tawaran kolaborasi tersebut, Rektor Universitas Islam As’adiyah, Prof. Dr. Hj. Indo Santalia, M.Ag., menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif strategis dari KP2KP Sengkang dan KPP Pratama Watampone. Menurutnya, langkah ini sangat selaras dengan rencana jangka panjang pengembangan institusi yang dipimpinnya.
Universitas Islam As’adiyah saat ini memang tengah gencar melakukan penguatan kualitas riset dan pengajaran, khususnya pada program studi berbasis ekonomi, bisnis, dan keilmuan terkait lainnya. Kehadiran Tax Center dipandang sebagai akselerator untuk meningkatkan competitiveness lulusan di masa depan.
“Kami menyambut baik tawaran kerja sama ini. Seiring pengembangan Universitas Islam As’adiyah, termasuk rencana penguatan program studi di bidang ekonomi dan bidang terkait lainnya, kami melihat Tax Center dapat menjadi mitra strategis untuk memperkaya wawasan dan literasi perpajakan mahasiswa,” ungkap Indo Santalia penuh optimisme.
Dampak Jangka Panjang Bagi Generasi Muda dan Kepatuhan Pajak
Langkah penjajakan kerja sama ini menjadi angin segar bagi upaya peningkatkan tax ratio nasional di masa depan. Berdasarkan data perpajakan, tingkat literasi keuangan dan perpajakan pada kelompok usia produktif memang perlu terus ditingkatkan secara konsisten melalui jalur pendidikan formal.
Melalui sinergi antara KP2KP Sengkang dan Universitas Islam As’adiyah, diharapkan dapat lahir generasi penerus yang sadar dan taat pajak secara sukarela (voluntary compliance). Lebih dari itu, mahasiswa diposisikan sebagai agen perubahan (agent of change) yang mampu memberikan edukasi ringan kepada lingkungan keluarga dan pelaku usaha mikro di sekitar mereka.
Pihak KP2KP Sengkang menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak berhenti pada tahap penjajakan semata, melainkan akan ditindaklanjuti hingga penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) serta eksekusi program kerja nyata di lapangan.
Dengan semakin luasnya jejaring Tax Center di wilayah Sengkang dan sekitarnya, ekosistem sadar pajak di Sulawesi Selatan diyakini akan semakin kuat dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional. (*)






