Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menyuarakan ojek online (ojol) soal relaksasi ganjil genap saat pengisian bahan bakar minyak (BBM), Senin (14/9/2026)
MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, secara tegas menyuarakan perlindungan ekonomi bagi para pengemudi ojek online (ojol) di tengah penataan distribusi bahan bakar minyak (BBM). Appi mendorong adanya kebijakan khusus berupa relaksasi atau pengecualian aturan ganjil-genap saat pengisian BBM bagi armada ojol di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Makassar.
Aspirasi tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri Rapat Monitoring dan Evaluasi Penyaluran BBM Bersubsidi se-Sulawesi Selatan yang dipimpin langsung Gubernur Sulsel di Rumah Jabatan Gubernur, Senin (14/9/2026).
Rapat koordinasi tingkat tinggi tersebut turut dihadiri Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, Ketua DPRD Sulsel Andi Rahmatika Dewi, jajaran Forkopimda (Polda, Pangdam, Kejati), serta jajaran direksi PT Pertamina Patra Niaga.
Appi menilai pengemudi ojol memiliki karakteristik mobilitas harian yang sangat tinggi dan menjadikan sepeda motor sebagai mata pencaharian utama. Pemberlakuan pembatasan ganjil-genap secara disamaratakan dinilai berpotensi memangkas waktu kerja dan menekan pendapatan harian pengemudi ojol.
“Teman-teman ojol ini memiliki mobilitas tinggi setiap hari untuk mencari nafkah. Kebijakan di SPBU sebaiknya direlaksasi dari aturan ganjil-genap agar ruang gerak mereka tidak terbatas,” ujar Munafri Arifuddin.
Guna mencegah potensi penyalahgunaan di lapangan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, Appi mengusulkan agar armada ojol yang berhak menerima kelonggaran diberikan identitas atau tanda khusus. Petunjuk pelaksanaan (juklak) yang tegas dinilai krusial agar pengawasan oleh satgas dan operator SPBU berjalan efektif. (*)




