Tokoh

Andi Amran Sulaiman, Perjalanan dari Kesederhanaan hingga Pengabdian Kemanusiaan

Andi Amran Sulaiman
Andi Amran Sulaiman --ig@a.amran_sulaiman--

Perjalanan hidup Andi Amran Sulaiman tidak terlepas dari pengalaman menghadapi keterbatasan ekonomi sejak kecil hingga masa kuliah. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting yang membentuk karakter, etos kerja, serta kepeduliannya terhadap masyarakat.

Lahir di Bone, Sulawesi Selatan, pada 27 April 1968, Amran tumbuh dalam keluarga sederhana. Kondisi kehidupan yang tidak selalu mudah justru menjadi pelecut baginya untuk terus belajar, bekerja keras, dan membangun kehidupan yang lebih baik.

Alumni Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar ini memiliki perjalanan panjang sebelum dikenal sebagai pengusaha dan pejabat negara. Ia pernah menekuni dunia akademisi, birokrasi, hingga membangun usaha melalui Tiran Group.

Di balik perjalanan tersebut, tersimpan sejumlah kisah perjuangan yang menggambarkan kondisi kehidupannya pada masa lalu.

Salah satunya ketika Amran harus berangkat ke Jakarta untuk mengurus hak paten atas penemuannya. Karena keterbatasan biaya, ia memilih menggunakan kapal laut. Selama berada di ibu kota, Amran bahkan menginap di Masjid Istiqlal karena tidak memiliki cukup uang untuk menyewa penginapan.

Ahmad Kalla, Sosok ‘Iron Man’ di Keluarga Kalla

Keterbatasan biaya juga membuatnya harus kembali sebelum seluruh proses pengurusan hak paten selesai.

Pengalaman serupa dialaminya ketika menjadi mahasiswa di Unhas. Dalam salah satu kisah yang pernah diceritakan, Amran dan seorang sahabatnya pernah berbagi seporsi mi instan untuk memenuhi kebutuhan makan. Pada kesempatan lain, ia hanya bisa berbagi sepotong telur bersama lima orang kawannya.

Pengalaman hidup tersebut menjadi salah satu latar belakang tumbuhnya kepedulian Amran terhadap orang-orang yang menghadapi kesulitan ekonomi.

A Amran Sulaiman bersama 100 pelajar peserta Indonesia Student Leadership Camp XV Universitas Indonesia. –ig@a.amran_sulaiman–

Andi Amran Sulaiman Menteri Pertanian

Perjalanan profesional Amran terus berkembang. Setelah membangun usaha dan mengembangkan Tiran Group, ia mendapat kepercayaan untuk masuk ke pemerintahan pada 2014.

Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Menteri Pertanian Republik Indonesia. Amran menjalankan jabatan tersebut selama periode 2014–2019.

Profil Daniel Marthin, Smes Mematikan

Selama lima tahun memimpin Kementerian Pertanian, ia terlibat dalam berbagai upaya pembangunan sektor pertanian nasional. Pengalamannya sebagai pengusaha menjadi salah satu bekal dalam menjalankan tugas di pemerintahan.

Setelah tidak lagi menjabat Menteri Pertanian pada 2019, Amran tetap aktif dalam dunia usaha dan berbagai kegiatan sosial. Ia juga terus membangun jejaring dengan kalangan akademisi, pengusaha, tokoh masyarakat, dan pemerintah.

Perjalanan bisnisnya bersama Tiran Group menjadi salah satu bagian penting dalam kiprah profesionalnya. Di tengah berbagai tantangan usaha, Amran disebut mampu melakukan pembenahan hingga kembali memperkuat kondisi perusahaan.

Baginya, kejujuran dan kerja keras menjadi prinsip yang terus dipegang dalam menjalankan aktivitas profesional.

Menyalurkan Kepedulian melalui AAS Foundation

Pengabdian Amran tidak hanya berlangsung melalui dunia usaha dan pemerintahan. Ia juga aktif dalam kegiatan sosial melalui AAS Foundation.

Profil Leo Rolly Carnando, Playmaker di Depan Net yang Kembali Bersinar Bersama Daniel Marthin

Berbagai kegiatan dilakukan, mulai dari penyaluran bantuan kemanusiaan, pemberian beasiswa, dukungan bagi anak yatim, bantuan kepada para penghafal Al-Qur’an, hingga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan diri.

Bersama Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas), Amran juga terlibat dalam sejumlah kegiatan tanggap bencana.

Ketika terjadi tanah longsor yang menyebabkan satu keluarga tertimbun, ia turun langsung ke lokasi bersama tim AAS Foundation dan IKA Unhas. Dalam peristiwa tersebut, ia memberikan bantuan biaya hidup dan beasiswa pendidikan hingga perguruan tinggi kepada seorang anak yang kehilangan kedua orang tuanya.

Kepedulian serupa ditunjukkan ketika terjadi kebakaran di Kecamatan Panakkukang, Makassar. Amran turut turun menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.

Saat banjir besar melanda Makassar pada 13 Februari 2023, ia menginstruksikan AAS Foundation dan IKA Unhas untuk menyalurkan bantuan ke seluruh kecamatan di kota tersebut.

Aksi kemanusiaan juga menjangkau luar negeri. Ketika gempa bumi mengguncang Turki, Amran menyalurkan bantuan sebesar Rp100 juta. Bantuan tersebut diantarkan langsung oleh tim dokter Unhas yang juga merupakan anggota IKA Unhas.

Rangkaian kegiatan tersebut menggambarkan upayanya menjadikan kepedulian sosial sebagai bagian dari aktivitas pengabdian.

Mendorong Generasi Muda dan UMKM Naik Kelas

Selain kegiatan kemanusiaan, Amran juga memberikan perhatian terhadap pengembangan kewirausahaan, khususnya di kalangan generasi muda dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ia kerap mengundang mahasiswa yang tertarik mengembangkan usaha untuk berdiskusi di AAS Building. Dalam kesempatan tersebut, Amran berbagi pengalaman mengenai perjalanan membangun bisnis, termasuk pentingnya kerja keras dan kejujuran.

Ia juga mendatangi sejumlah kampus untuk bertemu mahasiswa, memberikan motivasi, serta memperluas wawasan mereka mengenai dunia usaha.

Sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin, Amran turut mendorong pengembangan UMKM melalui semangat “UMKM Naik Kelas, Tumbuh Eksponensial”.

Menurutnya, UMKM merupakan salah satu penopang penting perekonomian bangsa sehingga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

Ia mengajak perbankan, pengusaha, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membuka ruang pengembangan usaha bagi pelaku UMKM.

Pertumbuhan eksponensial, dalam pandangannya, bukan sekadar peningkatan secara bertahap, melainkan pertumbuhan yang mampu menghasilkan lompatan besar.

Dari pengalaman menghadapi keterbatasan ekonomi hingga menempati berbagai posisi penting, perjalanan Amran memperlihatkan bagaimana pengalaman hidup dapat menjadi dorongan untuk terus berkarya dan membantu orang lain.

Bagi Amran, pengabdian tidak harus berhenti ketika seseorang meninggalkan jabatan. Melalui dunia usaha, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan kegiatan kemanusiaan, ia terus berupaya memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Biodata Andi Amran Sulaiman

Nama: Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP
Tempat, tanggal lahir: Bone, 27 April 1968

Sumber: buku tokoh sulsel 2021-2025

About The Author

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *