Makassar,–Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H. mengeluarkan maklumat resmi yang berisi seruan kebangsaan dan sikap moral bagi seluruh civitas akademika, alumni, dan masyarakat luas.
Maklumat itu dikeluarkan usai menggelar Pertemuan usai setelah pelaksanaan wisuda di Claro Hotel, Minggu, 31 Agustus 2025.
Maklumat tersebut menekankan pentingnya menyuarakan aspirasi dengan cara yang arif, bijaksana, dan menolak segala bentuk kekerasan.
- Pelantikan Pengurus IKA FSIKP UMI 2026-2031 Jadi Momentum Penguatan Jaringan Alumni dan Kontribusi untuk Almamater
- Muhsin Palinrungi, Direktur Ekrap IKN Pimpin IKA FSIKP UMI
- Menenun Karya di Era Algoritma: Revitalisasi Peran Alumni Sastra, Komunikasi, dan Ilmu Pendidikan di Tengah Krisis Global
- LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan 3,50%
- Warga Mengeluh, Satgas Rappocini Langsung Turun Langsung Bersihkan Kawasan Bawah Tol Pettarani
Dalam maklumat yang diawali dengan pujian kepada Allah SWT dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW itu, UMI yang menyebut diri sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, Pendidikan dan Dakwah, serta Pengabdian dan Perjuangan, merasa terpanggil untuk menyampaikan pandangan di tengah dinamika sosial, politik, dan kebangsaan yang penuh tantangan.
Rektor UMI dalam maklumatnya menyampaikan empat poin penting:
1. Ajakan untuk Seluruh Komponen Bangsa: UMI mengajak, khususnya mahasiswa dan generasi muda, untuk memperjuangkan kepentingan rakyat dengan cara yang beradab. Perjuangan ini harus berlandaskan nilai luhur agama, budaya, dan kearifan lokal Bugis-Makassar, siri’ na pacce (harga diri dan solidaritas).
2. Pentingnya Perjuangan Intelektual yang Damai: UMI menegaskan bahwa perjuangan harus dilakukan melalui cara-cara damai, dialogis, dan konstruktif. Tujuannya adalah untuk melahirkan solusi yang membangun, bukan menambah masalah baru bagi bangsa.
3. Penolakan terhadap Kekerasan: UMI menghimbau seluruh mahasiswa dan masyarakat untuk menolak segala bentuk kekerasan dan tindakan anarkis. Ditegaskan bahwa tindakan tersebut hanya akan menimbulkan luka, kerugian, dan mengaburkan nilai luhur dari perjuangan itu sendiri.
4. Keberkahan dalam Perjuangan: UMI meyakini bahwa keberkahan dalam memperjuangkan sesuatu hanya akan hadir jika ditempuh dengan jalan yang sesuai ajaran Islam, nilai moral universal, dan hukum yang berlaku, sehingga menghasilkan perubahan yang bermartabat.
Maklumat ini ditutup dengan pernyataan bahwa sikap ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan akademik UMI dalam menjaga keutuhan bangsa, memperkuat persaudaraan, dan menedakkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin (menjadi rahmat bagi seluruh alam).
Seruan ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menyikapi berbagai isu kebangsaan dengan kepala dingin dan hati yang bijaksana. (*)



