Makassar,–Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima audiensi Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) terkait rencana pelaksanaan Kongres Nasional (Konas) XI PDSKJI tahun 2025, Rabu (24/09/2025).
Dalam kesempatan itu, Munafri menyampaikan dukungan penuh atas penyelenggaraan Konas XI yang akan digelar di Makassar pada 6–9 November 2025 mendatang.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Makassar siap memfasilitasi dan memberikan bantuan semampu mungkin demi kesuksesan kegiatan berskala nasional tersebut.
Munafri juga mendorong kegiatan sunset sailing di laut Pantai Losari menjadi salah satu agenda peserta kongres. Sehingga mereka dapat mengeksplor dan merasakan kekayaan pariwisata bahari saat berada di Kota Makassar.
- Pelantikan Pengurus IKA FSIKP UMI 2026-2031 Jadi Momentum Penguatan Jaringan Alumni dan Kontribusi untuk Almamater
- Muhsin Palinrungi, Direktur Ekrap IKN Pimpin IKA FSIKP UMI
- Menenun Karya di Era Algoritma: Revitalisasi Peran Alumni Sastra, Komunikasi, dan Ilmu Pendidikan di Tengah Krisis Global
- LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan 3,50%
- Warga Mengeluh, Satgas Rappocini Langsung Turun Langsung Bersihkan Kawasan Bawah Tol Pettarani
Sehingga Konas XI PDSKJI 2025 tidak hanya menjadi forum ilmiah kedokteran jiwa, tetapi juga memperkenalkan potensi pariwisata Kota Makassar kepada para peserta dari seluruh Indonesia.
“Silakan disampaikan apa yang dibutuhkan, kami akan support. Pemerintah kota siap membantu, termasuk memanfaatkan fasilitas yang dimiliki, seperti kapal Phinisi untuk kegiatan sunset sailing para peserta,” ujar Munafri.
Ketua Panitia Konas XI PDSKJI 2025, Sonny Y Lisal, menjelaskan bahwa kongres ini merupakan forum tiga-empat tahunan dokter spesialis kedokteran jiwa se-Indonesia.
Sonny mengungkapkan, terakhir kali diadakan di Medan pada 2022, sementara Makassar terakhir menjadi tuan rumah pada 1988 silam. Sekitar seribu peserta direncanakan akan hadir.
“Tahun ini terasa istimewa karena Makassar kembali dipercaya. Perkiraan peserta sekitar 1.000 orang, terdiri dari dokter spesialis kedokteran jiwa, dokter umum, dan beberapa profesi lain yang turut berpartisipasi,” ungkap Sonny.(*)




