Makassar,-– Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Kota Makassar, Muhammad Roem, mengungkapkan, semua aduan masyarakat yang masuk lewat Lontara+ direspon cepat melalui OPD terkait.
Termasuk mengenai aduan seorang suami yang melaporkan istrinya berubah sikap usai lulus PPPK di Lontara+, juga sudah diteruskan ke OPD terkait.
Menurutnya, semua aduan yang masuk dalam Aplikasi Lontara+ akan diproses sesuai dengan SOP (Standard Operating Prosedure).
Mengenai performa petugas, baik PNS maupun tenaga kontrak, Roem mengakui adanya satu kasus unik yang sempat viral beberapa waktu lalu.
“Soal performa, PNS atau tenaga kontrak yang dianggap ada masalah, iya. Jadi memang ada kemarin yang unik, ya, karena ini juga viral. Memang sudah diselesaikan juga, sudah ditutup laporannya karena pimpinannya telah memberikan nasehat dan teguran kepada yang bersangkutan,” paparnya.
Aduan terkait masalah sampah yang tidak terangkat menjadi laporan paling dominan yang diterima melalui aplikasi layanan pengaduan Lontara+.
Dia memastikan adanya respons cepat dari jajaran pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan.
- Dinkes Makassar Pertegas Maklumat Layanan, Prioritaskan Kelompok Rentan
- Bangkit Tanpa APBD, PT Bumi Maros Sejahtera Cetak Laba, Raih Opini WTP
- Warga Makassar Mulai Pertanyakan Kebijakan Pemkot Hanya Angkut Sampah Residu
- DPRD Makassar Perpanjang MoU dengan Kejari
- JNE Content Competition 2026: Puncak Perayaan Kreativitas dan Inovasi Anak Bangsa
“Terima kasih soal aduannya. Rata-rata yang paling banyak, nomor satu adalah sampah, biasa ada yang mungkin tidak terangkat dan jadwalnya. Itu masyarakat langsung menelepon atau mengakses Lontara+ untuk segera diangkatkan,” jelas Roem kepada @infopemkotmakassar, Rabu (15/10/2025).
Ia juga memberikan apresiasi terhadap respons cepat yang diberikan oleh para petugas di kecamatan dan kelurahan dalam menindaklanjuti setiap laporan yang masuk. (*)





