Bone,–Menteri Agama Nasaruddin Umar meresmikan Kampung Keren (Kemandirian Pesantren) dan meluncurkan Gerakan Eco-Pesantren di Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ujung pada Rabu (7/1/2026). Kedua program tersebut merupakan bagian dari upaya strategis Kemenag dalam meningkatkan kemandirian pesantren, pembelajaran berbasis lingkungan, serta penguatan peran pesantren dalam pembangunan masyarakat.
Peluncuran Gerakan Eco-Pesantren ditandai dengan penanaman pohon di area pesantren sebagai simbol komitmen penerapan prinsip ramah lingkungan. “Gerakan ini diharapkan dapat membangun budaya berkelanjutan melalui penghijauan, pengelolaan sampah, konservasi air, serta pembiasaan hidup bersih dan sehat di kalangan santri,” jelas Menteri Agama.
Sementara itu, Kampung Keren dibentuk sebagai kawasan pemberdayaan ekonomi untuk memperkuat kemandirian lembaga pendidikan berbasis komunitas. Di dalamnya, terdapat berbagai unit usaha produktif seperti budidaya ikan air tawar sistem bioflok, pemanfaatan waduk untuk empang dan irigasi, serta pengembangan sektor agribisnis yang mendukung kebutuhan pesantren dan membuka peluang kewirausahaan santri.
- Hari Anak Nasional 2026: Wawali Aliyah Mustika Ilham Tegaskan Makassar Siap Wujudkan Kota Ramah Anak
- SIGAP PESISIR Resmi Masuk IGA 2026, Inovasi BPBD Makassar Tingkatkan Kecepatan Tanggap Bencana
- Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Disetujui, Wali Kota Komitmen Perkuat Tata Kelola Keuangan
- Hari Anak Nasional 2026, Pemkot Makassar Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Pembagian Seragam Gratis
- Lewat Inovasi SiAKSES, Notifikasi Hak Keuangan Anggota DPRD Makassar Masuk HP dalam Hitungan Detik
Kampung Keren diharapkan menjadi model pemberdayaan ekonomi pesantren terpadu yang mengintegrasikan pendidikan, lingkungan hidup, dan kemandirian finansial. Pesantren tidak hanya berperan sebagai pusat pembelajaran agama, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat yang mendukung ketahanan pangan, literasi lingkungan, dan kemandirian ekonomi.
Peluncuran kedua program ini mengukuhkan posisi Pesantren Al-Ikhlas Ujung sebagai salah satu rujukan Kemenag dalam hal inovasi, keberlanjutan, dan pemberdayaan komunitas. Program tersebut juga mencerminkan komitmen Kemenag dalam membangun pesantren yang mandiri, berdaya saing, dan responsif terhadap perkembangan zaman. (*)






