Jakarta,–Stabilitas sistem pembayaran nasional tidak lepas dari dukungan infrastruktur yang andal dan stabil. Bank Indonesia melaporkan bahwa seluruh infrastruktur pembayaran baik ritel maupun wholesale berjalan dengan lancar dan handal sepanjang Juli 2025.
- Wali Kota: Pastikan Kebutuhan Dasar dan Kesehatan Pengungsi
- APPI Resmi Buka Registrasi Makassar Half Maraton 2026
- Cuaca Ekstrem Landa Makassar: 29 Titik Pohon Tumbang dan 356 Warga Mengungsi
- Setiap Musim Hujan Katimbang & Paccerakkang Langganan Banjir, Wali Kota Siapkan Solusi Permanen
- Air Naik Tengah Malam, BPBD Makassar Evakuasi 53 Warga ke Kantor Kelurahan Katimbang
Berdasarkan rilis resmi BI pada Kamis (20/8/2025), disebutkan, pada sisi transaksi bernilai besar, sistem BI-RTGS mencatatkan 959,32 ribu transaksi dengan nilai yang sangat fantastis, yakni Rp19.791,94 triliun. Sementara untuk transaksi ritel, sistem BI-FAST menjadi tulang punggung dengan memproses 414,62 juta transaksi.
Stabilitas infrastruktur ini juga tercermin dari kecukupan pasokan uang kartal dalam jumlah dan kualitas yang memadai. Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 9,68% (yoy) menjadi Rp1.141,83 triliun pada Juli 2025.
“Bank Indonesia terus memastikan ketersediaan, keandalan, dan keamanan infrastruktur SPBI, serta menjaga ketersediaan uang Rupiah yang layak edar hingga ke daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Terpencil),” tegas Junanto Herdiawan dalam pernyataannya.
Struktur industri yang sehat, ditandai dengan interkoneksi antar pelaku dan adopsi Open API (SNAP) yang meluas, semakin memperkuat fondasi ekonomi dan keuangan digital Indonesia. (*)
