Jakarta,–Geliat transaksi ekonomi dan keuangan digital Indonesia terus menunjukkan tren positif yang luar biasa. Bank Indonesia mencatat, pembayaran digital pada Juli 2025 melonjak 45,30% (year-on-year) dengan volume mencapai 4,44 miliar transaksi.
- Operasi Patuh Pallawa 2026 Dimulai, Polda Sulsel Sasar Delapan Pelanggaran Lalu Lintas
- HUT ke-14 Kaltara, Zainal Paliwang Tekankan Pemerataan Ekonomi dan Kepedulian Sosial
- Andi Sudirman Hadiri Pelantikan Golkar Sulsel, Harap Dukung Pembangunan Daerah
- Richie Duta Richardo Juara Polytron Kudus Indonesia Masters 2026, Raih Gelar Super 100 Pertama
- Vasaka Hotel Makassar Gandeng FIT HUB Gelar Zumba, Pendaftaran Rp40 Ribu
Berdasarkan rilis resmi BI pada Kamis (20/8/2025), pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan transaksi di semua channel.
Transaksi melalui aplikasi mobile banking naik 26,07% (yoy), sementara internet banking tumbuh 12,68% (yoy). Yang paling mencengangkan, volume transaksi pembayaran digital melalui QRIS meledak dengan pertumbuhan sangat tinggi sebesar 162,77% (yoy).
Peningkatan ini sejalan dengan terus meluasnya jumlah pengguna dan merchant yang mengadopsi sistem pembayaran digital. Infrastruktur pendukung seperti BI-FAST juga mencatatkan kinerja gemilang dengan volume transaksi ritel tumbuh 37,56% (yoy) menjadi 414,62 juta transaksi, dengan nilai mencapai Rp1.016,48 triliun.
Data ini mengonfirmasi bahwa masyarakat Indonesia semakin nyaman dan terbiasa dengan sistem pembayaran non-tunai yang cepat dan efisien. (*)




