Jakarta,–Stabilitas sistem pembayaran nasional tidak lepas dari dukungan infrastruktur yang andal dan stabil. Bank Indonesia melaporkan bahwa seluruh infrastruktur pembayaran baik ritel maupun wholesale berjalan dengan lancar dan handal sepanjang Juli 2025.
- Munafri Apresiasi 74 Tahun Kalla Group, Dorong Kolaborasi Bangun Makassar
- Ketua DPD PPUAD Sulut Dukung Muhammad Luthfi Jadi Komisioner KND, Soroti Keterwakilan Indonesia Timur
- Sulsel Fest 2026 Fasilitasi 60 UMKM, Sediakan 40 Stan Gratis di Phinisi Point
- Buka Musda III Permabudhi Sulsel, Pemprov Tekankan Kerukunan dan Ekoteologi
- Fatmawati Rusdi: Sulsel Siap Jadi Simpul Distribusi Pangan Kawasan Sulampua
Berdasarkan rilis resmi BI pada Kamis (20/8/2025), disebutkan, pada sisi transaksi bernilai besar, sistem BI-RTGS mencatatkan 959,32 ribu transaksi dengan nilai yang sangat fantastis, yakni Rp19.791,94 triliun. Sementara untuk transaksi ritel, sistem BI-FAST menjadi tulang punggung dengan memproses 414,62 juta transaksi.
Stabilitas infrastruktur ini juga tercermin dari kecukupan pasokan uang kartal dalam jumlah dan kualitas yang memadai. Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 9,68% (yoy) menjadi Rp1.141,83 triliun pada Juli 2025.
“Bank Indonesia terus memastikan ketersediaan, keandalan, dan keamanan infrastruktur SPBI, serta menjaga ketersediaan uang Rupiah yang layak edar hingga ke daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Terpencil),” tegas Junanto Herdiawan dalam pernyataannya.
Struktur industri yang sehat, ditandai dengan interkoneksi antar pelaku dan adopsi Open API (SNAP) yang meluas, semakin memperkuat fondasi ekonomi dan keuangan digital Indonesia. (*)




