
Bogor, –PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) meluruskan adanya informasi yang beredar di media sosial dan sejumlah pemberitaan tentang adanya ledakan di area tambang ANTAM di Bogor, Jawa Barat, adalah tidak benar.
Hal itu disampaikan Corporate Secretary ANTAM, Wisnu Danandi. Dia mengatakan, kabar yang menyebutkan adanya ledakan hingga ratusan orang terjebak di dalam tambang sama sekali tidak sesuai fakta.
“PT Aneka Tambang Tbk menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial maupun beberapa pemberitaan terkait adanya ledakan di area tambang serta klaim ratusan orang terjebak di dalam tambang adalah tidak benar (hoaks),” ujar Wisnu dalam keterangannya, Rabu (14/1/2026) sebagaimana dikutio dati jawapos.com.
Dia menjelaskan, video yang ramai beredar di ruang publik merupakan dokumentasi penanganan kondisi teknis di area tambang bawah tanah yang telah diantisipasi dan ditangani sesuai dengan prosedur keselamatan serta standar operasional perusahaan.
- Update Klasemen Liga Inggris: Brighton Puncak, MU Tercecer
- Besok 25 Agustus Libur Maulid, Tak Ada Cuti Bersama di Hari Kejepit
- Klasemen Liga Spanyol 2026/2027: Barcelona Tembus Empat Besar
- Hasil Elche Vs Barcelona 0-5: Pesta Gol Debut Adeyemi & Gordon, Ini Statistiknya!
- MTQ KORPRI Nasional 2026: Makassar Sambut 1.173 Peserta Kafilah
“Penanganan tersebut mencakup pengaturan ventilasi dan pengamanan area kerja. Kondisi ini tidak berdampak pada keselamatan karyawan ANTAM, dan seluruh aktivitas operasional perusahaan berada dalam kondisi terkendali,” jelasnya.
Dia memastikan, tidak pernah terjadi ledakan sebagaimana yang diinformasikan dalam konten viral tersebut. Selain itu, tidak ada satu pun karyawan ANTAM yang terjebak di dalam area tambang.
“Perseroan memastikan bahwa tidak terdapat kejadian ledakan dan tidak ada karyawan ANTAM yang terjebak di area tambang,” tambahnya.
ANTAM, lanjut Wisnu, senantiasa menjalankan kegiatan usaha dengan mengedepankan keselamatan kerja, pengendalian risiko, serta penerapan good mining practice. Perseroan juga terus berkoordinasi dengan aparat dan para pemangku kepentingan terkait untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Di akhir pernyataannya, ANTAM mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. (*)





