
MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan (Disdik) bergerak cepat mengawal peningkatan mutu infrastruktur pendidikan. Dari 79 sekolah yang diusulkan ke pemerintah pusat, Kota Makassar sejauh ini sukses mengamankan kuota untuk 30 sekolah yang akan direvitalisasi tahun ini.
Langkah konkret ini ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan revitalisasi SD Muhammadiyah Mimbar Baru di Jalan Pongtiku, Kecamatan Bontoala, Rabu (8/7/2026).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, Moch. Salim Somad, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, serta Kabid Dikdas Disdik Makassar, Kurniati.
Sekolah Kepulauan Sangkarrang Jadi Perhatian Utama
Dalam momentum strategis tersebut, Kadisdik Makassar Achi Soleman secara khusus mendorong pemerintah pusat agar memberikan perhatian lebih pada wilayah afirmasi dan pesisir. Ia mengusulkan agar sekolah-sekolah yang berada di wilayah kepulauan, khususnya di Kecamatan Sangkarrang, mendapat prioritas utama dalam gelombang revitalisasi berikutnya.
“Harapan kami, sekolah-sekolah yang berada di wilayah kepulauan Kecamatan Sangkarrang dapat menjadi prioritas dalam program revitalisasi. Dengan begitu, anak-anak di pulau juga memperoleh fasilitas belajar yang layak dan setara dengan sekolah di daratan,” tegas Achi Soleman.
Langkah ini dinilai krusial demi mewujudkan pemerataan kualitas layanan pendidikan di seluruh penjuru Kota Makassar, sehingga tidak ada ketimpangan fasilitas antara wilayah daratan dan kepulauan.
Komitmen Kemendikdasmen: Fokus Rusak Berat, Stop Manipulasi Data
Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Salim Somad, menjelaskan bahwa revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan serta digitalisasi pembelajaran merupakan program prioritas langsung dari Presiden RI. Fokus utama anggaran disasarkan pada sekolah dengan kategori rusak berat agar tidak membahayakan keselamatan siswa.
Salim juga mengingatkan Pemkot Makassar untuk melakukan pemetaan secara akurat dan transparan tanpa manipulasi data.
“Kita harus sama-sama memastikan bahwa sekolah yang diusulkan memang benar-benar membutuhkan revitalisasi. Jangan sampai data kerusakannya tidak sesuai kondisi di lapangan, sebab hal itu justru merugikan daerah sendiri,” tegas Salim Somad.
Progres Kuota Revitalisasi Sekolah di Makassar
Secara nasional, Kemendikdasmen mengalokasikan anggaran fantastis sebesar Rp15 triliun untuk merevitalisasi sekitar 15.100 sekolah dari total 30.400 usulan lewat APBN Perubahan. Rata-rata tiap sekolah akan mendapatkan kucuran dana sekitar Rp1 miliar, tergantung tingkat kerusakan.
Berikut adalah perkembangan kuota usulan untuk Kota Makassar:
- Total Usulan Pemkot Makassar: 79 Sekolah (Negeri & Swasta)
- Kuota Tahap Awal yang Disetujui: 11 Sekolah
- Total Kuota Saat Ini (Progresif): 30 Sekolah
Kejar Tenggat Waktu Administrasi 16–20 Juli
Salim Somad meminta Disdik Makassar bergerak taktis mengawal proses dokumen administrasi dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) secara mandiri. Hal ini penting agar 19 sekolah yang masuk tahap pertama tidak terkendala saat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Proses penandatanganan PKS tersebut dijadwalkan berlangsung secara regional di Kota Makassar pada 16 hingga 20 Juli 2026. Jika seluruh dokumen rampung, peluang Makassar untuk menambah sisa kuota dari 79 sekolah yang diusulkan masih terbuka lebar pada tahap kedua. (*)



