
MAKASSAR — Pasar Senggol, yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon pasar malam paling legendaris di Kota Makassar, kini tampil dengan wajah baru yang lebih segar dan teratur. Melalui sentuhan pembenahan selama satu bulan terakhir, kawasan berburu sandang murah ini bertransformasi menjadi area perbelanjaan yang rapi, tertib, dan nyaman bagi pengunjung.
Langkah maju ini diinisiasi oleh Perumda Pasar Makassar Raya di bawah pengelolaan Pasar Sambung Jawa. Proses penataan ini menjadi bukti nyata suksesnya kolaborasi dan semangat gotong royong antara pengelola, pedagang, hingga pemerintah setempat.
Gotong Royong Satu Bulan: Lapak Diseragamkan, Jalanan Lebih Lowong
Kepala Pasar Sambung Jawa, Taufiq Habir, S.H, mengungkapkan bahwa fokus utama dari penataan ini adalah menyentuh aspek estetika dan kenyamanan akses tanpa merugikan para pedagang. Penataan intensif ini melibatkan petugas ketertiban, kebersihan, keamanan, tokoh masyarakat, hingga sinergi dengan Pemerintah Kelurahan Tamarunang dan Kelurahan Mattoangin.
“Alhamdulillah sudah sebulan ini kami bekerja gotong royong membenahi Pasar Senggol. Kami menata gerobak-gerobak dan rangka jualan agar lebih rapi, ukuran lapak dibuat seragam sehingga terlihat lebih indah, sekaligus menyediakan ruang akses jalan yang lebih nyaman bagi para pengunjung,” ujar Taufiq Habir pada Rabu (8/7/2026).
Langkah penyeragaman ini terbukti ampuh mengembalikan fungsi jalan yang sebelumnya kerap dikeluhkan karena terlalu padat dan sempit.
Pedagang dan Pengunjung Kompak Beri Respons Positif
Pendekatan humanis yang dilakukan pihak pengelola pasar mendapat apresiasi jempolan dari para pelaku usaha di Pasar Senggol. Komunikasi dua arah yang dibangun membuat transisi penataan berjalan mulus dan minim konflik.
Hafiz, salah seorang pedagang pakaian setempat, mengaku sangat mendukung penuh langkah bersoleknya Pasar Senggol ini. Menurutnya, kondisi pasar saat ini jauh lebih menguntungkan untuk keberlangsungan usaha jangka panjang.
“Alhamdulillah, Pasar Senggol sekarang mulai ditata dengan baik. Ini demi kebaikan kita bersama. Kami juga senang karena kepala pasar turun langsung berdialog dan membangun komunikasi dengan para pedagang,” kata Hafiz.
Ia juga menambahkan bahwa dampak perubahan ini langsung dirasakan oleh konsumen yang datang berbelanja.
“Akses jalan juga sudah lowong. Begitu juga gerobak-gerobak tidak lagi memakai badan jalan. Hal itu juga disampaikan pengunjung yang merasa lega,” lanjutnya. (*)



