
MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar terus bergerak cepat dalam mematangkan infrastruktur pelayanan publik. Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, memimpin langsung rapat audiensi sekaligus membedah paparan dari Tim Konsultan Pembangunan RSUD Daya di Ruang Rapat Wakil Wali Kota, Kantor Wali Kota Makassar, Jalan Ahmad Yani, Selasa (14/7/2026).
Pertemuan strategis tersebut mengulas secara mendalam perkembangan perencanaan pembangunan RSUD Daya, yang mencakup konsep arsitektur, tata ruang fungsional, hingga estimasi kebutuhan anggaran. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen besar Pemkot Makassar untuk menghadirkan fasilitas kesehatan daerah yang modern, representatif, dan adaptif terhadap kebutuhan medis warga metro.
Desain Harus Cerminkan Karakter Arsitektur Kota
Dalam arahannya, Aliyah Mustika Ilham memberikan catatan khusus terkait estetika visual bangunan rumah sakit. Anggota DPR RI Komisi IX Periode 2014–2024 itu menekankan bahwa gedung RSUD Daya kelak tidak boleh hanya sekadar berdiri megah memenuhi standar medis, melainkan harus mampu menjadi ikon baru yang merepresentasikan wajah budaya lokal.
Ia menginstruksikan tim konsultan untuk menyusun beberapa opsi rancangan secara komprehensif, mulai dari fasad tampak depan, tampak samping, hingga konsep tata ruang interior sebelum diambil keputusan final oleh pemerintah daerah.
“Kami ingin melihat beberapa alternatif desain, baik tampak depan, samping, maupun bagian dalam bangunan. Masukkan unsur identitas Kota Makassar agar RSUD Daya memiliki karakter arsitektur yang menjadi kebanggaan masyarakat,” tegas Aliyah Mustika Ilham di hadapan forum.
Transparansi Anggaran Jadi Kunci Utama
Selain menyoroti aspek visual arsitektur, Aliyah juga menggarisbawahi urgensi akurasi perencanaan keuangan. Ia meminta tim konsultan untuk merinci estimasi anggaran secara transparan, logis, dan akuntabel guna memastikan efisiensi pembiayaan daerah.
“Kami berharap estimasi anggaran disusun secara lengkap dan detail sehingga dapat menjadi bahan diskusi bersama sebelum memasuki tahapan selanjutnya,” cetus Wawali Makassar tersebut.
Menurutnya, rincian biaya yang matang merupakan instrumen krusial agar seluruh tahapan eksekusi fisik di lapangan dapat berjalan efektif dan terhindar dari pemborosan struktural.
Sinergi Lintas Sektor untuk Fasilitas Modern
Komitmen Pemkot Makassar dalam mengawal proyek ini tercermin dari hadirnya jajaran pemangku kepentingan sektor kesehatan dalam audiensi tersebut.
Terlihat mendampingi Wakil Wali Kota di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Nursaidah Sirajuddin, Sekretaris Dinkes Ahmad Asy’ari, serta jajaran direksi rumah sakit yang dipimpin oleh Direktur Utama RSUD Daya, Andi Any Muliany Mahyuddin.
Hadir pula Wakil Direktur I Umum dan Keuangan Riyadus Sholihin, Wakil Direktur II Pelayanan Medik Reini Meilani Isbach, Kabag Umum Sri Neswati Rismanin, serta Kabag Pelayanan Medik Ervina Mariani.
Sinergi ini sengaja dibangun agar aspek teknis pelayanan medis dan manajemen internal rumah sakit dapat terintegrasi sempurna sejak dalam cetak biru perencanaan.
Di sisi lain, pemaparan konsep awal pembangunan dipresentasikan langsung oleh petinggi Tim Konsultan Pembangunan RSUD Daya, yakni Direktur Utama Rheno Setiawan bersama Direktur Teknik Afif Nafir.
Dokumen konsep ini akan menjadi basis formulasi kebijakan pembangunan sebelum melangkah ke fase konstruksi fisik demi memastikan RSUD Daya siap menjadi pusat layanan kesehatan modern yang inklusif di Makassar. (*)






