Melani
MAKASSAR — Panggung megah Dangdut Academy 8 (DA8) Indosiar kembali menjadi ajang pembuktian bakat-bakat emas dari kawasan Indonesia Timur. Kali ini, sorotan tertuju pada Melani, seorang mahasiswi bertalenta asal Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, yang siap menghentakkan panggung kompetisi dangdut terbesar di Tanah Air tersebut.
Melani dijadwalkan bakal tampil memukau pada Jumat malam (28/8/2026) pukul 20.00 WITA. Penampilannya kali ini menjadi momen krusial karena ia bertarung di babak 26 besar—fase penyisihan sengit penentu langkah menuju babak final DA8 tahun ini.
Dari Paduan Suara Kampus Menuju Panggung Nasional
Keberhasilan Melani menembus panggung nasional bukan hasil yang didapat secara instan. Bakat musiknya telah terasah secara konsisten di lingkungan akademik. Mahasiswi yang kini memasuki semester VII di Jurusan Ilmu Komunikasi Unhas ini dikenal sangat aktif mengolah vokal dalam kelompok paduan suara kampus.
Sang ayah, Munawir, mengungkapkan bahwa keikutsertaan putrinya dalam ajang DA8 adalah langkah besar untuk membuktikan kualitas vokal dan kecintaannya pada musik dangdut.
“Di kampus, dia memang sangat aktif di kelompok paduan suara. Keikutsertaannya di DA8 ini menjadi pembuktian totalitas kemampuannya di dunia tarik suara, khususnya genre dangdut,” ujar Munawir saat diwawancarai pada Rabu siang (26/8/2026).
Pengalaman mengolah vokal di paduan suara memberi Melani fondasi teknik bernyanyi yang kokoh, mulai dari kontrol nada hingga harmonisasi. Hal ini menjadi modal berharga baginya untuk bersaing dengan kontestan berbakat lainnya dari seluruh pelosok Nusantara.
Membawa Harapan Dua Daerah: Sidrap dan Baubau
Langkah Melani di panggung DA8 tidak hanya membawa ambisi pribadi, tetapi juga memikul harapan besar dari dua wilayah yang memiliki ikatan emosional kuat darinya. Melani merupakan sosok representasi dari perpaduan dua daerah ternama di Sulawesi.
- Sisi Ibu: Berasal dari Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.
- Sisi Ayah: Berasal dari Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (tepatnya dari wilayah Pulau Makassar).
Dukungan emosional dari keluarga dan masyarakat di kedua daerah ini menjadi sumber kekuatan utama Melani untuk melangkah lebih jauh dalam kompetisi.
“Kami sangat berharap doa dan dukungan SMS maupun voting dari seluruh masyarakat Sidrap, Baubau, serta Sulawesi Selatan dan Tenggara pada umumnya, agar Melani bisa terus bertahan dan melaju hingga babak puncak,” tambah Munawir dengan penuh harap.
Tantangan di Babak 26 Besar DA8
Persaingan di babak 26 besar dipastikan berlangsung sangat ketat. Pada fase ini, para peserta tidak hanya dituntut memiliki vocal range yang luas dan teknik cengkok dangdut yang murni, tetapi juga mental panggung yang kuat serta kemampuan berinteraksi dengan penonton dan dewan juri.
Sebagai mahasiswi Ilmu Komunikasi, Melani memiliki keunggulan dalam hal penyampaian ekspresi dan koneksi emosional saat membawakan lagu. Keseimbangan antara keahlian akademis di bidang komunikasi dan pengalaman musikalitas diharapkan mampu mencuri perhatian para juri ternama DA8.
Dukungan publik melalui sistem voting akan menjadi faktor penentu keselamatan kontestan di panggung eliminasi. Oleh karena itu, konsolidasi dukungan dari komunitas mahasiswa Unhas serta warga Sidrap dan Baubau menjadi kunci penting bagi keberlanjutan langkah Melani di ajang ini.





