
MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengambil langkah cepat dan taktis dalam merespons kelangkaan serta antrean panjang kendaraan yang mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Mulai Sabtu, 12 September 2026, Pemkot Makassar resmi memberlakukan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sekolah daring bagi seluruh peserta didik tingkat PAUD, SD, hingga SMP se-Kota Makassar.
Instruksi tegas tersebut dikeluarkan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, sebagai bentuk responsif pemerintah daerah untuk menekan mobilitas harian masyarakat sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar titik-titik SPBU.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi, menjelaskan bahwa keputusan mengalihkan proses belajar mengajar ke sistem daring merupakan opsi rasional demi keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi warga. Langkah ini diambil usai mencermati langsung keresahan para orang tua murid yang terkendala antrean BBM saat hendak mengantar dan menjemput anak sekolah.
”Saya telah menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan untuk segera menerbitkan surat edaran resmi agar seluruh siswa dari jenjang PAUD sampai SMP melaksanakan sekolah daring mulai besok. Langkah ini merupakan respons konkrit Pemkot Makassar atas masukan masyarakat, khususnya para orang tua murid yang terdampak langsung oleh antrean BBM,” ujar Munafri.
Appi menambahkan, penyesuaian sistem pembelajaran ini bertujuan utama untuk mengurai penumpukan kendaraan pada jam-jam sibuk (peak hours) di pagi dan siang hari tanpa harus mengorbankan hak anak untuk mendapatkan akses pendidikan.
Penerapan pembelajaran daring di Makassar dipastikan bersifat sementara dan akan dievaluasi secara berkala dengan melihat stabilitas pasokan serta kelancaran distribusi BBM dari pihak penyedia.
Beberapa poin penting terkait pelaksanaan kebijakan sekolah daring ini meliputi:
Efektivitas Waktu: Kebijakan berlaku mulai 12 September 2026 hingga beberapa hari ke depan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
Sebelum meluncurkan kebijakan ini, Wali Kota Munafri bergerak aktif mencari jalan keluar dengan menggelar pertemuan darurat bersama jajaran manajemen PT Pertamina Regional Sulawesi di Jalan Garuda, Makassar. Tak berhenti di situ, Appi juga turun langsung meninjau kondisi antrean kendaraan di beberapa lokasi SPBU, salah satunya di kawasan Jalan Dr. Ratulangi, Kecamatan Mamajang.
Disdik Makassar Matangkan Edaran dan Teknis Pembelajaran
Menindaklanjuti arahan Wali Kota, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar bergerak cepat menyusun regulasi teknis pelaksanaan pembelajaran jarak jauh agar kualitas KBM tetap terjaga dengan baik.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengonfirmasi bahwa seluruh perangkat sekolah telah diminta bersiap memindahkan aktivitas KBM ke platform digital.
”Sesuai arahan Bapak Wali Kota, kami mematangkan edaran pelaksanaan pembelajaran daring. Yang terpenting, proses edukasi anak-anak tetap berlangsung optimal dari rumah, sementara mobilitas lalu lintas jalan raya dan aktivitas antar-jemput siswa dapat kita kurangi sementara waktu,” ungkap Achi.
Melalui sinergi kebijakan ini, Pemkot Makassar berharap beban jalan raya dapat berkurang drastis sehingga penataan antrean di SPBU menjadi lebih terkendali hingga pasokan BBM kembali normal. (*)





