
MAKASSAR — PT Bank Sulselbar terus menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui akselerasi transaksi perdagangan internasional. Bank Sulselbar sukses menggelar forum strategis Business Connection Indonesia – China yang berlangsung meriah di Hotel The Rinra, Makassar.
Mengusung tema utama “Connecting Business Opportunities Between Indonesia & China Through Bank Sulselbar’s Remittance Services”, forum bisnis ini dirancang sebagai wadah kolaborasi produktif.
Agenda ini mempertemukan jajaran pemerintah daerah, para pelaku usaha ekspor-impor, korporasi pelayaran (shipping company), penyedia jasa freight forwarder, hingga seluruh Kepala Kantor Cabang Devisa Bank Sulselbar.
Sinergi Lintas Sektor Dorong Perdagangan Internasional
Pelaksanaan forum bisnis internasional ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Makassar serta Direktur Kredit & UMKM Bank Sulselbar.
Keduanya menekankan pentingnya membangun ekosistem transaksi keuangan yang tangguh demi mendukung laju perdagangan internasional dari Sulawesi Selatan menuju pasar global, khususnya Tiongkok.
Untuk memberikan wawasan praktis dan komprehensif terkait regulasi perdagangan luar negeri, Bank Sulselbar menghadirkan narasumber ahli dari Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Shanghai serta perwakilan manajemen Bank of China Jakarta Branch.
”Bank Sulselbar berkomitmen penuh untuk memfasilitasi kebutuhan perbankan para pelaku usaha lokal agar mampu menembus pasar internasional secara efisien. Kemitraan strategis ini menjadi kunci utama dalam memperluas jangkauan bisnis antarnegara,” tegas manajemen Bank Sulselbar dalam kesempatan tersebut.
Melalui sinergi lintas lembaga ini, para pengusaha lokal mendapatkan pemahaman mendalam mengenai peluang pasar ekspor di Tiongkok serta kemudahan tata cara transaksi keuangan lintas negara.
Keunggulan Layanan Remittance dan Trade Finance Mata Uang CNY
Salah satu terobosan utama yang diperkenalkan Bank Sulselbar dalam forum ini adalah penguatan infrastruktur transaksi perbankan berupa layanan Trade Finance dan Remittance yang menggunakan mata uang Yuan Tiongkok (CNY).
Langkah inovatif ini memberikan nilai tambah yang signifikan bagi para pelaku industri ekspor dan impor di daerah:
Efisiensi Biaya Transaksi: Penggunaan mata uang CNY secara langsung memangkas biaya konversi ganda (double conversion cost) yang selama ini timbul akibat penggunaan mata uang perantara.
Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Sektor perbankan daerah kini dituntut tidak hanya mengelola simpanan dan pinjaman domestik, tetapi juga harus mampu menjadi jembatan penghubung arus perdagangan internasional. Kehadiran fasilitas perbankan devisa yang modern dari Bank Sulselbar diharapkan dapat merangsang gairah komoditas unggulan lokal Sulawesi Selatan untuk menembus pasar Tiongkok.
Dengan terselenggaranya Business Connection Indonesia – China, Bank Sulselbar membuktikan peran strategisnya sebagai pilar utama akselerasi ekonomi daerah yang siap membawa produk lokal bersaing di panggung internasional. (*)





