
MAKASSAR — Setelah sukses diselenggarakan di Semarang, PT Bank Permata Tbk (Permata Bank) melanjutkan rangkaian forum literasi keuangan bergengsi Wealth Wisdom 2026 di Kota Makassar pada 10 September 2026.
Mengusung tema utama “Finding Balance, Building Resilience” serta semangat “Growing Together Through Changes”, forum ini dirancang khusus untuk memperkuat ketangguhan finansial masyarakat di tengah dinamika ekonomi global.
Melalui ajang tahunan ini, Permata Bank memberikan perspektif ekonomi dan strategi investasi komprehensif agar para nasabah mampu mengambil keputusan pengelolaan kekayaan (wealth management) secara bijak, adaptif, dan berkelanjutan.
Pemilihan Kota Makassar sebagai salah satu lokasi prioritas pelaksanaan Wealth Wisdom 2026 didasari oleh rekam jejak dan potensi ekonomi Sulawesi Selatan yang terus menunjukkan tren positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa perekonomian Sulawesi Selatan pada triwulan II 2026 berhasil tumbuh sebesar 5,59% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Direktur Consumer & Branch Banking Permata Bank, Eddie Sajoga, mengungkapkan bahwa Makassar memegang peranan sangat vital sebagai gerbang utama ekonomi Indonesia Timur, khususnya pada sektor perdagangan, jasa, kesehatan, hingga industri keuangan.
“Sejalan dengan pertumbuhan ekonominya yang pesat, kami melihat potensi Makassar sebagai salah satu pasar wealth management yang terus berkembang. Pengelolaan kekayaan perlu dipandang secara holistik dari perspektif individu, keluarga, hingga bisnis untuk menjaga keberlanjutan lintas generasi,” jelas Eddie Sajoga.
Dalam sesi Market Outlook bertajuk “Turning Economic Shifts into Opportunities”, para peserta mendapatkan pemaparan eksklusif dari dua pakar investasi ternama tanah air, yakni Direktur PT Ashmore Asset Management Indonesia, Steven Satya Yudha, serta investor saham legendaris, Lo Kheng Hong.
Steven Satya Yudha menyoroti berbagai isu global utama pada 2026—mulai dari ketahanan energi, mineral kritis, perkembangan artificial intelligence (AI), hingga dinamika suku bunga. Menurutnya, posisi strategis Indonesia tetap menjadi daya tarik investasi yang menjanjikan. Sementara itu, Lo Kheng Hong menekankan pentingnya pemahaman fundamental perusahaan sebelum menanamkan modal.
Analisis Fundamental: Memahami kualitas bisnis dan kinerja keuangan perusahaan secara mendalam.
Kesiapan Modal: Menyiapkan alokasi dana secara terukur saat pasar saham mengalami fase pergeseran atau koreksi.
Manajemen Risiko: Mengurangi risiko investasi dengan terus meningkatkan literasi dan pengetahuan finansial.
“Risiko sebenarnya timbul dari ketidaktahuan kita. Semakin baik kita memahami aset investasi yang dipilih, semakin siap kita dalam menghadapi perubahan serta memanfaatkan peluang pasar,” kata Lo Kheng Hong.
Memasuki tahun penyelenggaraan yang ke-12, Wealth Wisdom konsisten menjadi platform edukasi dan pendampingan pengelolaan kekayaan terpadu dari Permata Bank. Dalam pendekatannya, Permata Bank mengusung enam pilar utama pengelolaan kekayaan yang seimbang (holistic wealth):
Setelah Makassar, rangkaian Wealth Wisdom 2026 akan berlanjut ke Bali, Medan, Bandung, dan Surabaya, sebelum ditutup di Jakarta pada 22 Oktober 2026. (*)





