
MAKASSAR — Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar resmi meluncurkan inovasi strategis bertajuk AKSI ASN.
Program berbasis teknologi ini hadir untuk merombak pola pelatihan konvensional menjadi lebih terarah, fleksibel, dan tepat sasaran bagi lebih dari 23 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkot Makassar.
Inovasi yang digagas oleh Kepala BKPSDM Kota Makassar, Kamelia Thamrin Tantu (akrab disapa Memi), ini berawal dari proyek perubahan Pelatihan Kepemimpinan (PKA) yang diimplementasikan langsung sebagai aksi nyata transformasi birokrasi, Minggu (26/7/2026).
Sistem Pemetaan Tepat Sasaran dan Pembelajaran E-Learning
Program AKSI ASN dirancang untuk memetakan kompetensi pegawai secara akurat berdasarkan kebutuhan spesifik tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga tingkat kecamatan.
Melalui integrasi dengan sistem manajemen talenta Pemkot Makassar, jenis pelatihan—baik teknis maupun manajerial—tidak lagi disamaratakan.
Untuk menjangkau puluhan ribu ASN secara efisien, BKPSDM mengembangkan platform pembelajaran berbasis e-learning. Metode ini memangkas biaya tinggi pelatihan tatap muka (in-class) sekaligus memberi fleksibilitas waktu bagi pegawai.
Kepala BKPSDM Kota Makassar, Kamelia Thamrin Tantu, menegaskan bahwa AKSI ASN bukan sekadar aplikasi, melainkan ekosistem pengembangan SDM yang terukur.
“AKSI ASN bertujuan memetakan pegawai sesuai kompetensinya, kemudian memberikan pelatihan yang memang mereka butuhkan. Melalui e-learning, mereka bisa mengakses materi kapan saja sehingga proses peningkatan kualitas SDM menjadi lebih efisien dan pelayanan masyarakat lebih maksimal,” ujar Memi.
Manfaatkan Teknologi AI dan Uji Coba Bertahap
Guna mendukung efektivitas dan sosialisasi program, BKPSDM turut memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI). Delapan peserta Pelatihan Kepemimpinan dari Kota Makassar sepakat menggunakan AI sebagai media promosi digital yang adaptif guna menyampaikan gagasan proyek perubahan agar mudah dipahami.
Implementasi AKSI ASN akan dijalankan secara bertahap:
- Tahap Awal: Pemetaan kebutuhan pelatihan dan uji coba (pilot project) di sejumlah OPD pilihan.
- Evaluasi Berkala: Menyempurnakan efektivitas sistem sebelum diterapkan secara menyeluruh.
- Tahap Lanjutan: Penetrasi penuh ke seluruh dinas dan kecamatan di lingkup Pemkot Makassar.
Langkah inovatif ini diharapkan tidak hanya mampu melahirkan ASN yang profesional, berdaya saing, dan responsif terhadap era digital di Makassar, tetapi juga menjadi model percontohan (benchmark) bagi pemerintah daerah lain di Indonesia dalam mengelola sistem pengembangan kompetensi aparatur. (*)





