
MAKASSAR — Kota Makassar resmi ditunjuk pemerintah pusat menjadi salah satu dari 43 kabupaten/kota di Indonesia yang menjadi lokasi piloting (proyek percontohan) digitalisasi bantuan sosial (bansos) nasional. Program ini bertujuan meningkatkan akurasi, transparansi, serta ketepatan sasaran penyaluran bantuan kepada masyarakat.
Langkah pematangkan persiapan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pemantapan Piloting Digitalisasi Bantuan Sosial yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Senin (27/7/2026).
Pria yang akrab disapa Appi itu menegaskan, keberhasilan digitalisasi bansos membutuhkan partisipasi aktif warga. Ia mengimbau masyarakat untuk mendukung penuh proses pendataan saat petugas atau agen datang berkunjung.
“Mari ki mendukung dan menyukseskan program digitalisasi bansos ini dengan cara menerima petugas atau agen dan menjawab pertanyaan dengan benar dan jujur. Dipastikan kerahasiaan data Anda akan terjaga,” ujar Munafri.
Appi Instruksikan Seluruh Perangkat Daerah Bergerak
Wali Kota menekankan bahwa transformasi digitalisasi bansos bukan sekadar perubahan teknis dari metode konvensional ke sistem digital, melainkan momen penting perbaikan kualitas data kependudukan dan sosial secara menyeluruh. Oleh karena itu, ia meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tidak lepas tangan.
“Ini bukan hanya tugas Dinas Sosial. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Semua perangkat daerah harus bergerak dan mengambil peran agar pelaksanaan piloting ini berjalan optimal,” tegas politisi Golkar tersebut.
Guna memastikan pelaksanaan berjalan lancar hingga tingkat akar rumput, Wali Kota menginstruksikan Dinsos Kota Makassar segera merapatkan barisan bersama para camat dan lurah. Peran jajaran wilayah dinilai krusial karena memahami langsung karakteristik sosial warga setempat.
Selain itu, strategi komunikasi dan sosialisasi berbasis edukasi harus disiapkan secara matang. Masyarakat perlu diberi pemahaman utuh agar tidak merasa khawatir terkait keamanan dan tujuan pengumpulan data.
Ribuan Agen Pendamping Siap Sisir 436 Ribu KK
Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Kota Makassar, Aria Purnabhawa, mengungkapkan bahwa saat ini tahapan pelaksanaan program piloting berada pada fase pembentukan ribuan agen pendamping.
Agen-agen inilah yang nantinya bertugas mempercepat proses verifikasi dan pemutakhiran data secara langsung di pemukiman warga.
“Pembentukan ribuan agen pendamping ini dilakukan agar seluruh warga Makassar, yang mencakup sekitar 436 ribu lebih Kartu Keluarga (KK), dapat terdata secara akurat dari desil 1 hingga desil 10,” terang Aria.
Melalui sinergi lintas instansi dan kejujuran partisipasi warga, Pemkot Makassar optimistis piloting digitalisasi bansos ini dapat melahirkan basis data sosial yang terintegrasi, transparan, dan benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan. (*)





