
MAKASSAR — Penantian panjang Sivitas Akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar dalam menembus pangkalan data jurnal bereputasi internasional akhirnya terwujud. Al-Daulah: Jurnal Hukum Pidana dan Ketatanegaraan secara resmi dinyatakan diterima (accepted) terindeks Scopus per 6 Agustus 2026.
​Keberhasilan ini dicapai setelah melalui proses evaluasi ketat selama satu tahun sejak diajukan pada 17 Agustus 2025 lalu.
Capaian ini menjadi tonggak sejarah penting bagi UIN Alauddin Makassar, khususnya Fakultas Syariah dan Hukum, sekaligus menjadi kado indah menjelang Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
​Wakil Rektor I Bidang Akademik UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Kamaluddin Abunawas, M.Ag., mengungkapkan rasa haru dan bangganya atas capaian monumental ini.
​”Penantian panjang UIN Alauddin terukir tahun 2026. Scopus Al-Daulah menjadi hadiah terindah menjelang HUT Kemerdekaan RI. Jika dulu UIN Alauddin sebagai PTKIN papan atas sempat dicibir karena belum memiliki Jurnal Scopus, tahun ini kita membuktikan diri dengan melahirkan dua jurnal Scopus sekaligus,” ujar Prof. Kamaluddin.
​Kunci Sukses Al-Daulah: Manajerial Profesional dan Ekosistem Kerja Solid
​Keberhasilan menembus standar reputasi global ini tak lepas dari sistem tata kelola manajerial yang profesional serta ekosistem kerja yang harmonis di lingkungan kampus.
​Ketua Pusat Penelitian dan Penerbitan LP2M sekaligus Ketua Rumah Jurnal UIN Alauddin Makassar, Dr. Hasbi Ibrahim, SKM., M.Kes., menegaskan pentingnya pendekatan kekeluargaan dalam mengawal jurnal ilmiah menuju panggung dunia.
​”Kunci utama dari pencapaian ini adalah bagaimana kita membangun tim dengan kebersamaan dan penuh semangat kekeluargaan. Atmosfer kerja yang kondusif menjadi fondasi utama meraih hasil terbaik,” terang Dr. Hasbi.
​Senada dengan hal tersebut, Pengelola Jurnal Al-Daulah, Dr. Subehan Khalik, M.Ag., menyebut bahwa status terindeks Scopus merupakan buah dari komitmen panjang seluruh tim editorial dalam menerapkan standar etika publikasi internasional (COPE).
​”Capaian Scopus adalah buah karya dari kebersamaan tim mengawal jurnal Al-Daulah. Kepemimpinan yang kondusif dan dukungan pimpinan universitas memberi energi positif yang sangat kuat,” kata Dr. Subehan.
​Rekam Jejak Jurnal Al-Daulah
​Jurnal Al-Daulah yang berada di bawah naungan Program Studi Hukum Tata Negara ini pertama kali terbit versi cetak pada 2012 dan bertransformasi penuh ke sistem daring (Open Journal Systems/OJS) sejak 2017.
​Fokus utamanya mencakup kajian hukum pidana, hukum tata negara, hukum Islam, hukum administrasi negara, hingga hukum internasional dan komparatif. Sebelum menembus Scopus, jurnal ini telah terakreditasi SINTA serta mengantongi lebih dari 1.600 sitasi di berbagai pangkalan data nasional dan internasional.
​Seluruh terbitan dan kumpulan artikel ilmiah Jurnal Al-Daulah kini dapat diakses secara terbuka melalui situs resmi https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/al_daulah. Capaian ini diharapkan kian melesatkan daya saing riset para akademisi UIN Alauddin Makassar di tingkat global. (*)







