
Fakfak — Universitas Hasanuddin (Unhas) mempertegas perannya dalam pembangunan nasional dengan memimpin riset dan pendampingan strategis di Kawasan Transmigrasi Weri–Saharey, Distrik Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Langkah ini merupakan bagian dari kepercayaan Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia (Kementrans) yang menggandeng 10 perguruan tinggi terbaik Indonesia dalam program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026.
​Diterjunkan langsung ke lapangan, salah satu kelompok kerja Unhas, Tim 16, dipimpin oleh Dr. Sawedi Muhammad, S.Sos., M.Sc, bersama Koordinator Lapangan Nur Vidiah Rachmadani dan empat anggota tim lainnya.
Unhas berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat lokal serta transmigran agar mampu mengelola potensi ekonomi daerah secara mandiri dan berkelanjutan.
​”Kepercayaan yang diberikan Kementerian Transmigrasi kepada 10 kampus terbaik di Indonesia, termasuk Unhas, menunjukkan bahwa pemerintah tidak main-main dalam membangun kawasan transmigrasi,” ujar Ketua Tim 16 Unhas, Dr. Sawedi Muhammad.
“Fokus riset kami di Weri–Saharey adalah memperkuat SDM masyarakat lokal dan transmigran agar mampu mengelola dan mengembangkan ekonomi kawasan secara mandiri,” tambahnya lagi.
Unhas Serap Aspirasi Akar Rumput di Weri–Saharey
​Dalam menjalankan fungsinya, tim Unhas menerapkan pendekatan partisipatif dengan berdialog langsung bersama tokoh adat, tokoh kampung, serta jajaran pemerintah setempat di Distrik Fakfak Timur.
Hal ini dilakukan untuk memastikan rekomendasi yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat di kawasan transmigrasi.
​”Setiap rekomendasi yang kami hasilkan harus benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendorong penguatan SDM dan peningkatan ekonomi masyarakat di kawasan transmigrasi,” tegas Koordinator Lapangan Tim 16 Unhas, Nur Vidiah Rachmadani.
​Keterlibatan Unhas di Fakfak menjadi bagian dari pergerakan besar TEP 2026 yang diatur dalam Peraturan Menteri Transmigrasi Nomor 3 Tahun 2026.
Mengusung tema “Misi Besar, Kerja Nyata, Dampak untuk Indonesia”, TEP 2026 menerjunkan total 1.476 peserta ke 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia.
Melalui kontribusi akademisi Unhas di Weri–Saharey, hasil kajian lapangan ini diharapkan mampu melahirkan rumusan kebijakan yang presisi demi terwujudnya kemandirian ekonomi masyarakat Papua Barat.
Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia (Kementrans) resmi menegaskan komitmennya dalam mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi berkelanjutan di seluruh penjuru Tanah Air. Melalui peluncuran Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026, pemerintah menggandeng 10 Perguruan Tinggi (PT) terbaik di Indonesia untuk menerjunkan sumber daya manusia (SDM) unggul guna melakukan riset, kajian, serta pendampingan langsung di lapangan.
​Adapun 10 kampus ternama yang terlibat dalam kolaborasi nasional ini meliputi Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), IPB University, Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Diponegoro (Undip), dan Universitas Hasanuddin (Unhas). (*)





