
MAROS — Mahasiswa KKN Unhas (Kuliah Kerja Nyata) Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin memfasilitasi 20 unit tempat sampah terpilah di Kelurahan Baju Bodoa, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Senin (10/8/2026).
Program kerja yang digagas oleh Joshua Vinansius Simbolon ini menyasar 10 titik strategis fasilitas publik, meliputi sekolah, Tempat Pembelajaran Al-Qur’an (TPQ), hingga masjid. Tempat sampah tersebut didistribusikan dalam dua kategori, yakni 10 unit tempat sampah organik dan 10 unit anorganik.
“Mengajak warga memilah sampah tidak cukup hanya edukasi lisan, tapi harus ditunjang fasilitas langsung di lokasi aktivitas mereka. Harapannya, sarana ini benar-benar dipakai dan membentuk kebiasaan pemilahan yang konsisten,” terang Joshua.
Sebaran Distribusi Tempat Sampah di Baju Bodoa:
- Jadwal Penyaluran: Sabtu–Senin, 8–10 Agustus 2026.
- Cakupan Wilayah: RW 001 Lingkungan Kassi Kebo, RW 002 Lingkungan Betang, dan RW 003 Lingkungan Masembo.
- Fasilitas Sekolah (3 Titik): SDN 22 Maros (RW 001), MI Ainun Syamsi (RW 003), dan SDN 16 Pangkasalo (RW 003).
- Fasilitas Keagamaan (7 Titik): 2 TPQ di RW 002 serta 5 Masjid yang tersebar di RW 001, RW 002, dan RW 003.
Menjamin Keberlanjutan Program
Proses serah terima fasilitas penunjang lingkungan ini dilengkapi dengan penandatanganan berita acara resmi oleh mahasiswa penanggung jawab bersama pihak sekolah, pengurus masjid, serta pengelola TPQ. Penyerahan tersebut turut disaksikan langsung oleh Lurah Baju Bodoa dan pengurus RW setempat.
Melalui legalitas dan keterlibatan tokoh lokal tersebut, fasilitas tempat sampah organik-anorganik ini diharapkan dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh warga Baju Bodoa meski masa bakti KKN telah usai. (*)





