
BONE — Tim Pengabdian Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (FT UNM) menghadirkan inovasi teknologi Pompa Air Solar Cell di Desa Bune, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone. Teknologi irigasi berbasis energi terbarukan ini berhasil memangkas biaya operasional bahan bakar minyak (BBM) petani hingga 100 persen.
Program bertajuk “Akselerasi Inovasi Teknologi Hijau: Pompa Air Solar Cell untuk Irigasi Pertanian Berkelanjutan” ini didanai penuh melalui skema BIMA dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendikbudristek.
Ketua Tim Pengabdi FT UNM, Iswahyudi Indra Putra, menjelaskan bahwa sebelum adanya inovasi ini, para petani di Desa Bune sangat bergantung pada pompa bermesin BBM bensin atau solar. Saat musim kemarau, pengeluaran petani membengkak hingga jutaan rupiah hanya untuk membeli BBM agar tanaman tidak mati kekeringan.
“Inovasi ini memanfaatkan potensi sinar matahari yang melimpah di Sulawesi Selatan. Energi surya dikonversi menjadi listrik untuk menggerakkan pompa submersible, sehingga petani tak lagi dibebani biaya BBM harian dan pasokan air tetap stabil di musim kemarau,” ujar Iswahyudi, Selasa (12/8/2026).
Keunggulan Teknologi dan Pendampingan Petani
Sistem irigasi ramah lingkungan ini dilengkapi dengan unit solar inverter/MPPT controller otomatis untuk menjaga keawetan mesin dan meminimalisasi kerusakan. Selain bebas polusi udara dan suara, komponen sistem dirancang tahan lama hingga belasan tahun.
Tidak sekadar menyerahkan unit fisik, tim dosen FT UNM juga menggelar pelatihan teknis dan pendampingan intensif bagi kelompok tani setempat. Materi pelatihan mencakup operasional harian, keselamatan kelistrikan, hingga teknik pemeliharaan berkala (preventive maintenance).
Solusi Konkret bagi Petani Lokal
Perwakilan tokoh tani Desa Bune, Kamaruddin, menyambut baik hadirnya instalasi pompa bertenaga surya tersebut.
“Hadirnya pompa tenaga surya ini bagaikan angin segar bagi kami. Biaya tanam berkurang drastis dan kami tidak pusing lagi mencari bensin saat terjadi kelangkaan BBM,” ungkap Kamaruddin.
Tim FT UNM berkomitmen melakukan monitoring teknis secara berkala untuk memastikan keberlanjutan fasilitas. Keberhasilan proyek ini diharapkan menjadi pilot project yang dapat direplikasi oleh desa-desa lain di Sulawesi Selatan guna mewujudkan kawasan pertanian mandiri energi. (*)





