
MAKASSAR – Sukses menggerakkan roda ekonomi daerah pada edisi sebelumnya, ajang Makassar Half Marathon (MHM) 2027 kini mulai mematangkan langkah persiapan. Berdasarkan riset dan survei kepuasan peserta, ajang lari bergengsi ini diprediksi akan menyedot hingga 15.000 pelari dari berbagai daerah maupun mancanegara pada pelaksanaan tahun depan.
Proyeksi lonjakan peserta tersebut dipaparkan oleh Race Director MHM, Safrita Aryana, usai menggelar audiensi persiapan MHM 2027 bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Balai Kota Makassar pada Jumat (14/8/2026).
Safrita mengungkapkan bahwa modal utama optimisme pelaksanaan MHM 2027 bersumber langsung dari hasil survei resmi yang dilakukan pihak penyelenggara terhadap para peserta edisi MHM 2026.
Hasil Survei: 84 Persen Alumni Pelari Siap Kembali Bertanding
Dari total 12.400 pelari yang berpartisipasi pada ajang MHM 2026 lalu, mayoritas menyatakan kepuasan tinggi dan berikrar untuk kembali mengaspal di Kota Makassar pada edisi 2027.
“Berdasarkan hasil survei, sebanyak 84 persen peserta MHM 2026 menyatakan bersedia kembali mengikuti ajang ini di tahun depan. Jika dihitung dari total peserta sebelumnya, ada sekitar 9.000 pelari yang sudah memberikan komitmen pasti untuk hadir lagi pada MHM 2027,” ujar Safrita.
Melihat data komitmen yang begitu tinggi, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menantang panitia penyelenggara untuk membidik angka partisipasi yang lebih masif, yaitu mencapai 15.000 peserta pada MHM 2027.
“Pesan Pak Wali, kalau 9.000 orang sudah berkomitmen melalui survei untuk kembali, maka untuk mencapai target 15.000 orang, kita tinggal mencari 6.000 pelari baru. Itu pekerjaan rumah yang sangat realistis untuk dicapai,” tambahnya mengutip arahan Wali Kota.
Strategi Pengelolaan Venue dan Rekayasa Perlombaan
Peningkatan jumlah peserta hingga 15.000 orang tentu membawa konsekuensi logistik dan ruang (capacity limit). Menyadari potensi kepadatan berlebih (overcrowded) di pusat kegiatan Anjungan Pantai Losari, Pemkot Makassar meminta penyelenggara menyiapkan rekayasa teknis perlombaan sejak awal.
Beberapa opsi skema pengelolaan MHM 2027 yang sedang dimatangkan meliputi:
- Pemisahan Gelombang Start (Wave Start): Mengatur jam pelepasan berdasarkan kategori jarak agar tidak terjadi penumpukan pelari di lintasan.
- Pembagian Hari Pelaksanaan: Membuka wacana pembagian hari perlombaan untuk kategori tertentu jika jumlah pendaftar melonjak drastis.
- Integrasi Area Race Village: Memperluas pemanfaatan ruang publik di sekitar Anjungan Pantai Losari untuk kenyamanan finisher dan pendamping.
Evaluasi Layanan dan Penguatan Ekosistem UMKM
Selain mematangkan target kuota peserta, persiapan MHM 2027 juga memfokuskan perhatian pada pembenahan kualitas pelayanan dan dampak sosial-ekonomi bagi warga lokal.
Wali Kota Munafri menitipkan pesan agar isu-isu operasional edisi sebelumnya, seperti tata kelola distribusi goodie bag peserta, diperbaiki secara menyeluruh sehingga tidak terulang kembali. Di saat yang sama, waktu persiapan pelibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan diperpanjang.
“Pak Wali Kota berpesan agar UMKM dilibatkan secara lebih maksimal dengan jangka waktu persiapan yang jauh lebih panjang dan dimulai lebih awal,” jelas Safrita.
Menuju Lisensi Internasional World Athletics
MHM 2027 diproyeksikan tidak hanya sekadar ajang lari massal, tetapi juga siap naik kelas menjadi kompetisi internasional yang terukur secara profesional.
Guna mencapai standar tersebut, MHM 2027 ditargetkan mengantongi lisensi (sanction) dari PB PASI serta masuk dalam kualifikasi pengukuran World Athletics. Untuk skema pembiayaan, penyelenggara mendorong peningkatan partisipasi sponsor swasta secara mandiri, sementara dukungan Pemkot Makassar disalurkan secara fokus pada penyediaan total hadiah (prize money).
Dengan estimasi perputaran uang yang pernah mencapai Rp52,3 miliar pada edisi 2026 dari stimulus Pemkot sebesar Rp2,5 miliar, keberadaan MHM 2027 diposisikan oleh Pemkot Makassar sebagai “main course” atau agenda utama dalam kalender sport tourism Sulawesi Selatan. (*)



