
MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara resmi membuka gelaran Makassar Cooperative Expo 2026 yang berlangsung di Gedung Manunggal, Kota Makassar, pada Jumat (28/8/2026). Pameran akbar ini dihelat sebagai bagian dari perayaan Semarak Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat Kota Makassar.
​Agenda bergengsi yang berlangsung selama tiga hari hingga Minggu, 30 Agustus 2026 mendatang ini difungsikan sebagai wadah kolaborasi lintas sektor. Ajang ini mempertemukan gerakan koperasi, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), lembaga perbankan, BUMN, hingga investor swasta dalam satu ekosistem bisnis terpadu.
​Wadah Edukasi Bisnis dan Penguatan Modal UMKM
​Selama gelaran berlangsung, Makassar Cooperative Expo 2026 menghadirkan rangkaian acara edukatif dan interaktif. Pengunjung serta pelaku usaha dapat memanfaatkan beragam fasilitas gratis yang disediakan panitia untuk menunjang pengembangan bisnis daerah.
​Rangkaian kegiatan utama expo ini meliputi:
- ​Cooperative Showcase & Exhibition: Pameran produk-produk unggulan lokal buatan UMKM binaan koperasi Kota Makassar.
- ​Fasilitasi Akses Permodalan: Penyerahan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara simbolis kepada para pedagang kaki lima dan pelaku usaha mikro.
- ​Konsultasi Bisnis Gratis: Layanan pendampingan manajemen, legalitas usaha, hingga konsultasi kelembagaan koperasi.
- ​Talkshow & Diskusi Bisnis: Pemaparan materi mengenai strategi pemasaran dan penguatan ekonomi kerakyatan dari para pakar.
- ​Jalan Sehat Bersama: Agenda penutup yang akan melibatkan ribuan anggota gerakan koperasi se-Kota Makassar pada Minggu pagi (30/8/2026).
​Pria yang akrab disapa Wali Kota Appi tersebut menegaskan bahwa penyaluran dana KUR dalam expo ini bertujuan untuk memberikan napas segar bagi iklim usaha kecil di Makassar.
​”Kami menyalurkan bantuan pembiayaan KUR agar para pedagang kecil dan pelaku mikro memiliki modal yang cukup untuk memperluas usahanya. Pemerintah ingin masyarakat dapat menjalankan roda ekonomi secara aman, mandiri, dan nyaman,” papar Munafri.
​Dorong Koperasi Bertransformasi Menjadi Lembaga Modern
​Mengusung tema besar “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, Munafri menekankan pentingnya mereposisi fungsi koperasi di tengah gempuran arus ekonomi global. Menurutnya, masa depan ekonomi daerah sangat bergantung pada sejauh mana koperasi mampu beradaptasi dengan era digital.
​Ia menegaskan bahwa manajemen koperasi tidak boleh lagi dikelola secara konvensional atau seadanya. Koperasi masa kini dituntut untuk berubah menjadi lembaga keuangan yang profesional, terbuka, dan tanggap terhadap perkembangan teknologi informasi.
​”Koperasi harus kembali menjadi generator atau mesin utama pertumbuhan ekonomi kerakyatan di wilayah kita. Namun, syarat utamanya adalah koperasi wajib bertransformasi. Digitalisasi sistem transaksi, perluasan akses pasar digital, serta penerapan tata kelola yang akuntabel adalah kunci agar koperasi kita mampu bersaing,” tegas Munafri.
​Dukung Pengusaha Lokal dengan Tertib Tata Ruang Kota
​Di akhir sambutannya, Wali Kota Makassar menegaskan komitmen Pemkot Makassar untuk senantiasa mendukung tumbuh kembangnya iklim kewirausahaan. Kendati demikian, ia mengingatkan seluruh pelaku usaha untuk tetap mematuhi aturan penataan ruang kota yang berlaku.
“Pemerintah Kota Makassar tidak pernah melarang warganya untuk berusaha atau mencari nafkah. Namun, kami meminta agar aktivitas ekonomi dilakukan di lokasi yang resmi dan tidak melanggar aturan tata ruang kota demi kenyamanan bersama,” pungkas Appi. (*)


