
Makassar — Anggota Komisi B DPRD Makassar, Kasrudi, menegaskan bahwa BUMD harus lebih agresif dalam mencari keuntungan. Menurutnya, meskipun ada beberapa BUMD yang sudah menghasilkan dividen, kinerja mereka masih jauh dari optimal. Ia mendesak agar mereka tidak puas dengan hasil yang ada dan terus berinovasi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Makassar.
Kasrudi menyoroti PD Parkir sebagai contoh utama. Ia menilai perusahaan ini punya potensi besar untuk mendatangkan keuntungan signifikan, asalkan mau berani mengambil langkah baru. Salah satu idenya adalah memaksimalkan parkir elektronik dan mengatur tenaga parkir agar tidak ada lagi kebocoran akibat parkir liar.
Selain PD Parkir, PDAM juga menjadi sorotan. Kasrudi menilai perusahaan air minum ini masih menyimpan banyak tunggakan pelanggan yang harus segera dibereskan. Solusinya? Libatkan RT/RW sebagai tenaga penagih dengan memberikan insentif. Dengan begitu, kebocoran pendapatan bisa ditekan, dan PDAM bisa semakin kuat secara finansial.
Bagi Kasrudi, BUMD tak boleh hanya berjalan dengan pola lama yang stagnan. Mereka harus kreatif mencari cara agar pendapatan meningkat. Pemerintah mengandalkan mereka sebagai tulang punggung PAD, sehingga inovasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.
Kasrudi pun menutup dengan pesan tegas: “BUMD harus berani berubah! Jangan biarkan potensi besar ini sia-sia hanya karena takut berinovasi.”




