
HM Alwi Hamu mampu membangun kerajaan media lebih dari tiga dekade lamanya. Jatuh bangun
membangun usaha sudah menjadi bagian dari perjalanan hidup pria asal Sidrap yang lahir 71 tahun
silam ini.
Harian FAJAR yang dinakhodainya sempat mengalami masa-masa sulit di awal terbit pada
1 Oktober 1981.
Namun, kemauan dan tekad yang kuat membuatnya mampu membawa media cetak ini menjadi
salah satu koran paling berpengaruh, khususnya di Indonesia Timur. Terus berkembang dan menjadi
salah satu bagian tak terpisahkan dari masyarakat Sulawesi Selatan.
Sukses Fajar Group, adalah jawaban dari makna “bos” yang sudah ada di benak Alwi Hamu ketika
menjalani masa kecilnya di Parepare. Keinginan untuk menjadi pemimpin menggelora di benak dan
diwujudkan dalam kerja nyata.
“Dalam hati kecil, saya selalu ada tekad menjadi bos. Bos apa saja, yang penting saya bisa menjadi
terdepan di antara teman-teman, meski usia mereka jauh lebih tua,” kisahnya.
Alwi Hamu kecil, bukanlah tipe pria manja. Semasa Sekolah Dasar (SD) kakaknya selalu diantar mobil.
Namun, lain halnya dengan Alwi. Ia ingin sebagaimana teman-temannya yang lain. Bajunya robek-
robek, dan selamanya jalan kaki ke sekolah. Ia menanggung sendiri biaya sekolahnya saat di SMP
hingga SMA.
Dalam perjalanan hidupnya, ia kemudian pindah ke Makassar. Untuk menunjang kehidupan, Alwi
menjadi office boy. Tipikalnya bukan tangan di bawah. “Saya mau tangan di atas. Selalu memberi
dan menyakinkan mereka bahwa ini uang saya,” kata pria kelahiran Parepare, 28 Juli 1944 itu.
Alwi memahami benar tentang masa depan seseorang. Baginya, masa depan berada di diri masing-
masing, bukan di tangan orang lain. Semua yang menjadi sukses saat ini, atau pada masa lampau,
kebanyakan dari mereka dahulu adalah orang-orang biasa.
Perjuangan untuk mencapai kesuksesan diraih dengan kerja keras dan doa. Tidak ada yang secara
tiba-tiba menjadi konglomerat. Hampir semua orang sukses, pernah berada pada titik di mana ia
terjatuh, kemudian bangkit dan kerja lagi.
Jika seseorang bekerja keras, dan belum mendapatkan hasil, bukanlah sebuah kegagalan. Kerjanya
justru benih yang akan tumbuh menjadi pohon rindang berbuah padat.
Pemilik 19 media cetak di bawah naungan Fajar Group ini mengatakan, pendirian Graha Pena
Makassar, gedung tertinggi pertama di Timur Indonesia, adalah buah dari kerja keras dan izin Allah
SWT.
Alwi Hamu juga memiliki jaringan yang luas dan dikenal oleh para pejabat pusat hingga daerah.
Suatu ketika ia bertemu dengan gubernur Kalimantan Tengah, dan sang gubernur memintanya
mendirikan koran. Alwi pun melakukannya meski banyak orang adalah hal yang nyaris mustahil
waktu itu.
“Saat itu di Kalimantan Tengah pukul 20.00 Wita sudah sepi. Tidak ada aktivitas bahkan mencari
warung nasi saja susah. Saya boyong anak-anak dari Kaltim, Surabaya, dan Makassar sambil mencari
tenaga lokal. Saya datangkan orkes dangdut dari Surabaya, menggelar pertandingan sepak bola,
pameran, hingga mengorganisir anak muda. Alhamdulillah, akhirnya jadi ramai kota itu,” kisahnya.
Ada satu kunci sukses utama yang selalu dipegang Alwi Hamu, adalah kepercayaan. Baginya,
kepercayaan merupakan modal dan pondasi utama yang harus ditanamkan dalam diri seseorang.
Sebab, dengan kepercayaan, maka ia telah menjaga moral dan akhlaknya, sehingga akan dicintai
Allah Swt dan disenangi oleh orang.
“Kepercayaan itu inti, selanjutnya izin Tuhan. Ini dasar yang saya lakukan. Saya tidak pernah berpikir
menjadi kaya. Kerja keras dalam kebersamaan, itu prinsip saya,” tuturnya.
Membangun bisnis dan berupaya menjadi manusia yang berhasil, juga membutuhkan kesabaran.
Kesabaran itu tak ada batasnya. Jika kesabaran seseorang memiliki batas, maka ia bukanlah orang
yang sabar, dan tidak akan pernah mencapai manusia paripurna.
Sabar merupakan modal dasar sebagaimana trush atau kepercayaan. Itulah adalah jimat. Keduanya
harus dipegang teguh. Digigit dengan geraham supaya tak lepas.
Bagi Alwi Hamu, kerja keras tanpa kesabaran dan kepercayaan, maka tak akan berbuah hasil. Karena
meski berabad-abad lamanya menanam, benihnya tak akan tumbuh.
Baca juga kisah Tokoh Sulsel yang Mengubah Indonesia
Biodata
Mohammad Alwi Hamu
Lahir : Parepare, 28 Juli 1944
Sumber : Buku Tokoh Sulsel 2022-2024






1 thought on “HM Alwi Hamu, Raja Koran yang Penuh Kreativitas”