Makassar,–Perumda Parkir Makassar Raya bersama Bank Indonesia memperoleh tanggapan yang baik dari juru parkir (jukir) Kota Makassar atas penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Pelatihan Angkatan Pertama yang dikombinasikan dengan Workshop Jukir Digital.
Semangat mereka tampak dari keaktifan selama pelatihan dan tindakan langsung untuk mendaftarkan rekening serta QRIS guna menunjang pembayaran parkir secara non-tunai.
Respons positif ini mencerminkan tingginya apresiasi sekaligus memotivasi jukir untuk menyesuaikan diri dengan skema kerja lebih modern yang menjunjung tinggi prinsip transparan, akuntabel, dan selaras dengan kemajuan teknologi.
- Pelantikan Pengurus IKA FSIKP UMI 2026-2031 Jadi Momentum Penguatan Jaringan Alumni dan Kontribusi untuk Almamater
- Muhsin Palinrungi, Direktur Ekrap IKN Pimpin IKA FSIKP UMI
- Menenun Karya di Era Algoritma: Revitalisasi Peran Alumni Sastra, Komunikasi, dan Ilmu Pendidikan di Tengah Krisis Global
- LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan 3,50%
- Warga Mengeluh, Satgas Rappocini Langsung Turun Langsung Bersihkan Kawasan Bawah Tol Pettarani
Salah seorang jukir, Mariyana, yang beroperasi di area Rumah Sakit Stella Maris, Jalan Penghibur, sangat menghargai inisiatif yang diambil oleh Direksi Perumda Parkir Makassar Raya. Ia menyatakan bahwa kehadiran QRIS memberikan efisiensi bagi para jukir dan juga masyarakat pengguna jasa.
“Tidak lagi repot mencari uang pecahan apabila menggunakan QRIS, terlebih dananya langsung masuk ke rekening kita,” tuturnya kepada awak media.
Dalam kesempatan yang sama, Plt. Direktur Utama Perumda Parkir Makassar Raya, Adi Rasyid Ali, menekankan bahwa penerapan digitalisasi parkir akan menjadi fondasi awal untuk tata kelola sistem perparkiran di Kota Makassar.
“Kami berharap jukir tidak hanya unggul dalam pelayanan dan beretika saat bekerja, tetapi juga melek teknologi. Hal ini agar mereka dapat menyesuaikan diri dengan tren pembayaran non-tunai yang semakin masif, sekaligus mendukung program prioritas MULIA,” tegas Adi.
Sebagai bentuk penuturan kegiatan, setiap peserta Bimtek diberikan sertifikat sebagai tanda telah menyelesaikan pelatihan.
Keberadaan program ini diharap dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan mutu layanan parkir di Makassar serta mengajak masyarakat bertransaksi secara non-tunai. (*)



