Semarang,–Edan! Alumni di sebuah SMAN di Semarang kelewat kreatif dengan mengedit foto guru dan siswi di sekolahnya menjadi konten pornografi.
Akibat ultahnya itu ratusan siswi mengaku trauma. Pasalnya wajah mereka digunakan pada konten pornografi.
Lelaki berinisial CRP itu mengedit wajah junior-jumiornya itu menggunakan AI lalu mengunggahnya di media sosial.
Kasus ini viral setelah akun @dinaskegelapan_kotasemarang mengunggah video permohonon maaf pelaku di Instagram pada Selasa (14/10/2025).
- HM Aksa Mahmud, Pengusaha Paripurna Asal Barru
- Gubernur Sulsel Temui Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Bahas Energi di Pulau
- Jalan Poros moncongloe Senilai Rp239 Miliar Mulai Dikerjakan
- Pertamina Akselerasi Perluasan Penyaluran Biosolar B50 di Sulawesi
- Proyek HPAL Sambalagi Masuk Fase Krusial, PT Vale Umumkan Kedatangan Mesin Autoclave
Selain diunggah, pelaku juga menyimpan di Google Drive. Ditemukan sekitar 1.100 video hasil editan AI.
Dikutip dari tribunnews.com, pelaku sudah membuat surat pernyataan dan permintaan maaf yang ditandatangani pada 7 Oktober 2025.
Dalam surat pernyataan tersebut, pelaku berjanji akan menghilangkan atau menghapus foto-foto hasil editing yang sudah tersebar.
“Saya ingin meminta permohonan maaf atas perbuatan saya yang mengedit, mengupload foto maupun video teman-teman tanpa ijin ke Twitter saya. Saya menyadari bahwa perbuatan saya telah menimbulkan dampak negatif bagi sekolah SMAN 1* Semarang, untuk itu drai hati saya yang paling tulus, saya akan meminta maaf, atas nama sekolah SMAN 1* Semarang, kedua berjanji tidak akan melakukan lagi, ketiga pembuatan video atas judul Skandal Smanse baik foto atau video tidak benar-benar ada, namun hanya edita menggunakan AI,” ujarnya dalam video permohonon maaf. (*)






