
Jakarta,–Video stand up, Pandji Pragiwaksono yang berjudul Mens Rea menduduki puncak klasemen di Netflix hingga Selasa (13/1/2026).
Tingginya peminat penonton menjadi salah satu penyebab sehingga video ini masih bertengger di urutan pertama.
Materi Mens Rea ini mendapat perhatian tersendiri masyarakat. Apalagi usai dilapor ke polisi.
Materi Stand Up Mens Rea ini sukses menyodot perhatian karena dianggap berisi fakta dan realitas yang dirasakan publik.
Said Didu, tokoh aktivis yang sangat vokal, dalam cuitannya di X mengatakan, apa yang dihadirkan Pandji adalah fakta.
“Karena yang disajikan adalah fakta,” tulis Said Didu, Selasa (13/1/2026).
- Pelantikan Pengurus IKA FSIKP UMI 2026-2031 Jadi Momentum Penguatan Jaringan Alumni dan Kontribusi untuk Almamater
- Muhsin Palinrungi, Direktur Ekrap IKN Pimpin IKA FSIKP UMI
- Menenun Karya di Era Algoritma: Revitalisasi Peran Alumni Sastra, Komunikasi, dan Ilmu Pendidikan di Tengah Krisis Global
- LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan 3,50%
- Warga Mengeluh, Satgas Rappocini Langsung Turun Langsung Bersihkan Kawasan Bawah Tol Pettarani
Beberapa waktu lalu, Pandji menegaskan, banyak orang keliru memahami arah materi yang ia bawakan di atas panggung.
“Orang berpikir Mens Rea itu dibikin untuk nyenggol ini, nyenggol itu,” ujar Pandji dikutip pada Selasa (6/1/2026) lalu.
Namun, ia menekankan bahwa sasaran utama dalam spesial show tersebut justru adalah masyarakat luas.
“Yang disenggol oleh Mens Rea, rakyat Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera menyinggung soal laporan polisi atas konten stand up itu.
Mardani Ali Sera lewat cuitan di akun media sosial X pribadinya mengatakan, materi Mens Rea ini, menurut Pandji justru memberikan penyegaran baru untuk melihat realitas politik.
Dari kesegaran inilah yang justru jadi hal yang positif karena muncul sebagai bunganya demokrasi.
“Pandji @pandji memberikan kita kesegaran melihat realitas politik dan justu itu bunganya demokrasi,” tulisnya dikutip Selasa (13/1/2026).
Dia berharap, agar budaya lapor melaporkan itu segera dihilangkan.
Yang harus ditumbuhkan menurutnya justru budaya untuk bisa menerima dan lapang dada untuk semua proses.
“Hilangkan budaya saling lapor. Tumbuhkan budaya saling lapang dada dan menikmati semua proses,” jelasnya. (*)




