
Makassar,– Pemerintah Kota Makassar menyebutkan penanganan banjir tahun ini jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Banjir pada Januari 2026 ini genangan air di sejumlah titik terpantau lebih cepat surut, sementara masa pengungsian pun berlangsung singkat dan terkendali.
Berdasarkan data di lapangan, pada 8 titik pengungsian yang terbentuk sejak 12 Januari, sebagian besar sudah ditutup pada keesokan harinya. Pada 13 Januari, tersisa 2 posko pengungsian, dan hari ini seluruh pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menegaskan, keberhasilan ini merupakan hasil dari kesiapan yang dibangun jauh sebelum musim hujan tiba.
- Pemkot Bersihkan PKL di Kecamatan Mariso
- Makassar Tuan Rumah MTQ Korpri ke-VIII, Pemkot Siapkan Panggung Terbaik
- Desa Sejahtera Astra Temon Pacitan Tembus Pasar Global: Ekspor Gula Aren Organik ke Malaysia, Belanda, dan Australia
- Penjualan Mobil Nasional Januari 2026 Tembus 66.446 Unit, Astra Kuasai 52% Pangsa Pasar
- JNE Berikan Bonus Puluhan Juta untuk Skuad Cosmo JNE FC yang Berprestasi Membela Timnas di Ajang Asia
“Kunci utama penanganan banjir di Makassar hari ini adalah kesiapsiagaan, mitigasi, dan pencegahan. Semua itu sudah kita siapkan jauh sebelum hujan datang. BPBD menjadi garda terdepan, dibantu Dinas PU, Dinas Sosial, DLH, camat, lurah, relawan, dan yang terpenting adalah masyarakat itu sendiri,” ujarnya.
Menurutnya, penanganan banjir di Makassar dilakukan melalui kerja kolaboratif lintas sektor dalam satu komando yang jelas.
“BPBD tidak bekerja sendiri. Dinas PU fokus pada normalisasi sungai dan saluran air, perbaikan drainase, serta pengoperasian pompa. DLH memastikan kebersihan lingkungan agar aliran air tidak tersumbat. Dinas Sosial menyiapkan langkah perlindungan bagi warga terdampak. Semua bergerak serentak,” lanjutnya.
Early Warning System
Pemerintah Kota Makassar juga terus memperkuat Early Warning System (EWS) di titik-titik rawan banjir agar masyarakat memperoleh informasi lebih cepat dan dapat melakukan langkah antisipasi sejak dini.
“Pendekatan kita sekarang berbeda. Masyarakat tidak lagi hanya sebagai objek, tetapi sebagai subjek utama penanggulangan bencana. Mereka dilibatkan sejak pencegahan, kesiapsiagaan, hingga respon darurat. Inilah yang membuat penanganan banjir tahun ini jauh lebih baik,” tegas Wali Kota.
Dokumen Rencana Kontijensi Bencana
Sebagai bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan, BPBD Kota Makassar pada tahun sebelumnya telah menyusun dan menetapkan Dokumen Rencana Kontinjensi untuk tiga jenis bencana utama, yakni banjir, kekeringan, dan banjir rob.
Dokumen tersebut memuat rencana operasi penanganan bencana secara rinci, mulai dari tahap kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga dukungan pemulihan awal. Di dalamnya juga diatur pembagian peran lintas OPD, kebutuhan sumber daya, serta mekanisme komando saat bencana terjadi.
Keberadaan dokumen ini menjadi salah satu dasar penting dalam mendukung respon cepat, terkoordinasi, dan efektif, sehingga penanganan banjir di Kota Makassar dapat berjalan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, aparat kewilayahan, relawan, dan masyarakat guna menekan risiko bencana secara berkelanjutan. (*)




