
Makassar, – Kota Makassar resmi menyandang status sebagai pusat perhatian diplomatik dan ekonomi global. Hari ini, sebanyak 28 negara sahabat memulai rangkaian Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS): Diplomatic Tour Goes to Makassar 2026, sebuah agenda strategis yang mengemas kekayaan kuliner Nusantara sebagai instrumen soft power untuk membuka peluang investasi dan perdagangan nyata.
Mengusung tema “Bringing Flavours, Cultures and Business Opportunities” , kegiatan yang berlangsung hingga 25 Juni ini bukan sekadar perhelatan seremonial. Ini adalah langkah nyata sinergi antara Kementerian Luar Negeri RI dan Pemerintah Kota Makassar untuk memecah konsentrasi ekonomi dari Pulau Jawa serta memperkuat posisi Makassar sebagai gerbang ekonomi kawasan Timur Indonesia .
Dari Benteng Rotterdam ke Panggung Bisnis Global
Para delegasi yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Duta Besar Heru H. Subolo, disambut dengan hangat melalui Welcoming Dinner di kawasan bersejarah Benteng Rotterdam. Jamuan malam ini tidak hanya memanjakan lidah dengan kekayaan kuliner khas Makassar, tetapi juga dimeriahkan pertunjukan tari kolosal yang merepresentasikan harmoni empat suku terbesar di Sulawesi Selatan .
Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Ani Nigeriawati, menegaskan bahwa pendekatan ini adalah strategi ampuh untuk membangun kedekatan sebelum memasuki ranah bisnis yang lebih serius. “Melalui kuliner sebagai instrumen yang kami nilai sangat efektif untuk mendekatkan negara-negara sahabat kepada Indonesia. Mereka tidak hanya menikmati rasa, tetapi juga narasi dan identitas budaya di balik setiap sajian,” ujar Ani dalam konferensi pers jelang acara .
Forum Bisnis: Jembatan bagi UMKM dan Investor
Puncak agenda pada hari kedua, 24 Juni 2026, adalah Investment and Business Forum yang akan dibuka oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan. Forum ini dirancang sebagai wadah pertemuan bisnis (business matching) antara pelaku usaha daerah dengan para diplomat dan atase perdagangan dari 28 negara, termasuk Pakistan, Fiji, dan Australia yang telah tiba lebih awal .
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan bahwa forum ini adalah kesempatan emas bagi produk lokal untuk naik kelas. “Kami tidak bergerak sendiri. Kami juga mengundang kepala daerah dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan agar mereka dapat memperkenalkan potensi komoditas unggulan masing-masing,” ujarnya . Pemerintah Kota Makassar pun telah mengkurasi 20 UMKM pilihan dan perusahaan siap ekspor untuk difasilitasi dalam ruang business matching, dengan target menghasilkan kesepakatan konkret seperti Nota Kesepahaman (MoU) .
Menjelajahi Potensi Maritim dan Budaya
Di luar ruang pertemuan, para delegasi diajak menyelami kekayaan Kota Makassar melalui city tour ke Museum Kota Makassar dan pameran produk unggulan di anjungan MNEK Centre Point of Indonesia (CPI) . Sorotan utama adalah pengalaman berlayar menggunakan Kapal Pinisi, ikon warisan maritim Bugis-Makassar yang telah diakui dunia. Ladies Program juga akan digelar di kawasan CPI, menampilkan kerajinan dan produk unggulan lokal .
Komitmen Jangka Panjang
IGS 2026 di Makassar merupakan seri keenam dari program unggulan Kemenlu yang telah terbukti efektif. Ani Nigeriawati berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai ajang promosi. “Kami ingin mempertemukan potensi daerah dengan jejaring diplomatik dan pelaku usaha internasional, sehingga peluang kerja sama di berbagai bidang dapat terjalin, dan pada akhirnya memberikan manfaat nyata bagi Indonesia,” tegasnya . Kemenlu berkomitmen melakukan pengawalan pasca-acara melalui forum debriefing untuk menindaklanjuti minat spesifik para delegasi .
Dengan persiapan matang dan sterilisasi kawasan wisata seperti Pantai Losari, Makassar menunjukkan kesiapannya sebagai kota modern yang terbuka terhadap investasi dan kemitraan internasional . Dunia kini menoleh ke Makassar, bukan hanya untuk menikmati rasanya, tetapi juga untuk menjadi bagian dari pertumbuhan ekonominya.




