
MAKASSAR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar membuktikan bahwa komitmen penanggulangan bencana tidak boleh berhenti di atas kertas penandatanganan saja. Sebagai wujud nyata, BPBD Makassar bersama 23 perguruan tinggi resmi memulai (kick-off) gerakan masif untuk mencetak 23.000 Sumber Daya Manusia (SDM) Tangguh Bencana.
Langkah strategis yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Makassar ini menargetkan generasi muda, khususnya mahasiswa, sebagai garda terdepan dalam menghadapi potensi bencana di masa depan.
Mempersiapkan Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan
Program ini dirancang bukan sekadar untuk memenuhi kuota atau target angka. Mahasiswa dipersiapkan secara matang agar tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga siap menjadi agen perubahan yang memiliki kepekaan sosial serta keterampilan praktis dalam pengurangan risiko bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar menegaskan bahwa tantangan kebencanaan di era modern semakin kompleks dan tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendirian. Diperlukan sinergi yang kuat dari seluruh elemen, terutama dari sektor akademisi.
“Kolaborasi ini bukan sekadar penandatanganan dokumen. Hari ini kita memulai gerakan besar mencetak 23.000 SDM Tangguh Bencana. Ini adalah investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang siap melindungi diri, keluarganya, dan masyarakat ketika bencana terjadi,” ujarnya tegas.
Apa Saja yang Dipelajari dalam Program Ini?
Untuk mewujudkan target 23.000 SDM yang andal, para mahasiswa akan dibekali dengan kurikulum kebencanaan yang komprehensif. Beberapa materi krusial yang akan mereka dapatkan meliputi:
- Mitigasi dan Kesiapsiagaan: Memahami potensi bahaya dan cara meminimalkan dampaknya sebelum bencana terjadi.
- Tanggap Darurat & Pertolongan Pertama: Keterampilan praktis menyelamatkan diri dan memberikan bantuan medis awal.
- Komunikasi Kebencanaan: Cara menyebarkan informasi yang akurat dan mencegah kepanikan saat situasi darurat.
- Budaya Sadar Risiko: Menanamkan pola pikir responsif terhadap potensi bahaya di lingkungan kampus maupun tempat tinggal.
Melalui pelatihan ini, mereka diharapkan menjadi motor penggerak yang mampu menyebarluaskan edukasi keselamatan kepada masyarakat luas.
Kolaborasi Pentahelix: Kunci Makassar Tangguh
Langkah taktis yang melibatkan 23 perguruan tinggi ini memperkuat komitmen Kota Makassar dalam menerapkan konsep kolaborasi pentahelix—yang menyatukan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, hingga masyarakat sipil.
Pembangunan kota yang tangguh kini tidak lagi hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik pelindung bencana, melainkan bergeser pada aspek yang jauh lebih fundamental: investasi pada manusia.
Dengan dimulainya kick-off gerakan ini, Makassar mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru negeri. Bahwa kota yang aman dan adaptif lahir dari masyarakat yang terlatih, siap siaga, dan memiliki jiwa gotong royong yang tinggi. (*)





