Astra menggerakkan desa agar lebih produktif
JAKARTA — Dua sosok penggerak Desa Sejahtera Astra (DSA), yakni Zainul Arifin dan Nur Ahmadi, mengukir prestasi membanggakan pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Keduanya resmi menerima Tanda Kehormatan Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden Republik Indonesia atas dedikasi dan kepeloporan nyata dalam mengembangkan potensi pariwisata desa berbasis komunitas.
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.
Sumbangsih Nyata Bagi Desa Ketapanrame dan Wukirsari
Penghargaan Satyalencana Kepariwisataan merupakan bentuk pengakuan tertinggi negara terhadap individu yang dinilai berjasa besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata.
Dua penggerak yang mendapatkan pendampingan Astra sejak tahun 2023 tersebut dinilai berhasil memajukan wilayahnya masing-masing:
- Zainul Arifin (Ketapanrame, Mojokerto): Memanfaatkan tanah kas desa di Kecamatan Trawas menjadi destinasi unggulan Taman Ghanjaran dan Sumber Gempong melalui kolaborasi BUMDesa, yang terbukti meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).
- Nur Ahmadi (Wukirsari, Bantul): Melestarikan kebudayaan lokal melaluiSentra Batik Tulis Giriloyo hingga membawa Desa Wukirsari meraih penghargaan dunia The Best Tourism Village 2024 dari UN Tourism.
“Penghargaan ini adalah kemenangan bagi seluruh masyarakat desa yang tak lelah berinovasi. Semoga dapat menularkan inspirasi bagi desa-desa lainnya untuk terus berkarya,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto.
Dampak Berkelanjutan Komitmen Astra
Program Desa Sejahtera Astra merupakan komitmen nyata perusahaan dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.
Hingga saat ini, program DSA telah menjangkau sebanyak 1.533 desa yang tersebar di 35 provinsi.
Inisiatif berkelanjutan yang dijalankan Astra selama hampir tujuh dekade tersebut telah memberikan dampak nyata bagi lebih dari 16 juta penerima manfaat, termasuk 6,9 juta tenaga kerja beserta keluarganya. (*)





