Walikota Munafri Arifuddin didampingi Sekdis Pariwisata, Benyamin Budianto Turupadang, S.STP., M.S menerima audiensi Panitia Biennale, Selas (15/9/2026)
Makassar — Pemerintah Kota Makassar terus berkomitmen ruang-ruang ekspresi seni dan budaya di wilayahnya mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Wali Kota Makassar menerima kunjungan audiensi jajaran pengurus dan perwakilan Makassar Biennale yang berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar pada Selasa (15/9/2026).
Pertemuan hangat ini digelar sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap geliat industri kreatif serta perkembangan seni rupa dan kebudayaan kontemporer di Kota Makassar.
Dalam menerima audiensi tersebut, Wali Kota Makassar didampingi oleh pejabat teknis dari dinas terkait, yakni Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Makassar beserta Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Makassar. Kehadiran jajaran Dinas Pariwisata ini mempertegas kesiapan pemerintah daerah dalam menyelaraskan program pengembangan ekonomi kreatif dengan kerja-kerja komunitas.
Audiensi ini menjadi ruang diskusi strategis antara Pemkot Makassar dan penyelenggara Makassar Biennale untuk memetakan capaian, tantangan, serta potensi pengembangan karya seni rupa lokal agar memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Perhelatan Makassar Biennale selama ini telah membuktikan perannya sebagai salah satu pilar utama dalam dinamika ekosistem kreatif di Kota Daeng. Ajang ini tidak hanya menjadi wadah pameran karya, tetapi juga ruang perjumpaan inklusif yang mempertemukan para seniman, komunitas independen, akademisi, dan masyarakat luas melalui beragam program aktivasi seni.
Melalui dialog bersama Wali Kota Makassar, pihak Makassar Biennale memaparkan berbagai agenda seni budaya yang dirancang untuk melibatkan partisipasi publik secara lebih luas. Kolaborasi dengan pemerintah daerah diharapkan dapat membuka akses fasilitas serta jaringan promosi yang lebih solid.
Pemerintah Kota Makassar menyambut positif konsistensi Makassar Biennale dalam merawat ruang-ruang kritis dan kreatif di tengah masyarakat. Wali Kota Makassar menegaskan bahwa keberadaan perhelatan seni berskala besar sangat efektif dalam memperkuat identitas Makassar sebagai kota budaya yang ramah terhadap pelaku seni. (*)



