Bank Mandiri memperkenalkan ATM Emas, Kamis (15/10/2026)
MAKASSAR — Nasabah Bank Mandiri kini dapat mengambil emas fisik dari saldo Tabungan Emas melalui layanan ATM Emas yang terintegrasi dengan aplikasi Livin’ by Mandiri. Di Makassar, fasilitas ini tersedia di Kantor Cabang (KC) Bank Mandiri Makassar Kartini.
Kehadiran ATM Emas memberikan pilihan bagi nasabah yang ingin mengonversi kepemilikan emas digital menjadi logam mulia fisik melalui proses yang terintegrasi dengan layanan perbankan digital.
Regional CEO (RCEO) Region X/Sulawesi & Maluku Bank Mandiri, Nunung Andreas Wisnu P, mengatakan ATM Emas telah tersedia di 28 titik di berbagai wilayah Indonesia. Fasilitas di Makassar diharapkan semakin memudahkan masyarakat mengakses layanan pencetakan emas fisik.
“Melalui ATM Emas, Bank Mandiri menghadirkan pengalaman investasi emas yang tidak hanya mudah diakses secara digital, tetapi juga memberikan kemudahan bagi nasabah untuk memiliki emas dalam bentuk fisik,” ujar Nunung dalam keterangan resmi, Kamis (15/10/2026).
Menurutnya, layanan tersebut merupakan bagian dari upaya Bank Mandiri memperluas akses investasi emas melalui ekosistem layanan keuangan yang terintegrasi.
Cara Mengambil Emas Melalui ATM
Untuk menggunakan layanan ATM Emas, nasabah terlebih dahulu harus memiliki Tabungan Emas. Proses pengambilan dimulai dengan membuka aplikasi Livin’ by Mandiri, kemudian memilih menu Ambil Emas dan opsi pengambilan melalui ATM.
Nasabah selanjutnya memindai kode QR pada mesin, mengikuti instruksi yang muncul di layar, memilih pecahan emas, dan memasukkan kode verifikasi. Setelah proses selesai, nasabah dapat mengambil emas fisik beserta struk transaksi.
Selain melalui ATM Emas, pengambilan logam mulia juga dapat dilakukan melalui kantor cabang yang ditunjuk oleh Bank Mandiri.
Investasi Emas Mulai Rp10 Ribu
Layanan ATM Emas menjadi bagian dari ekosistem investasi emas Bank Mandiri yang tersedia melalui Livin’ by Mandiri. Dalam satu aplikasi, nasabah dapat membuka Tabungan Emas, melakukan transaksi beli dan jual, memanfaatkan fasilitas cicilan, serta mengambil emas fisik.
Bank Mandiri menyebut transaksi digital tersedia secara real-time selama 24 jam, sehingga nasabah dapat memantau harga dan mengelola kepemilikan emas melalui aplikasi.
Bagi masyarakat yang ingin mulai berinvestasi, Tabungan Emas dapat dibuka dengan setoran awal sebesar 0,02 gram atau sekitar Rp50.000. Pembelian berikutnya dapat dilakukan mulai dari 0,005 gram atau sekitar Rp10.000.
Produk tersebut menyediakan pilihan emas dari merek ANTAM Logam Mulia dan HRTA GOLD Emasku. Nilai transaksi mengikuti harga emas yang berlaku, sehingga nominal rupiah untuk pembelian emas dapat berubah.
Bank Mandiri juga menyediakan KSM Emas atau Kredit Serbaguna Mandiri Emas bagi nasabah yang ingin membangun kepemilikan emas melalui skema cicilan. Berdasarkan keterangan perseroan, fasilitas ini menawarkan skema bunga dan cicilan yang kompetitif, dengan harga emas dikunci pada saat pengajuan. Setelah cicilan lunas, emas menjadi saldo Tabungan Emas yang dapat ditransaksikan atau diambil dalam bentuk fisik.
Perkuat Ekosistem Investasi Emas Digital
Pengembangan ATM Emas merupakan bagian dari penguatan ekosistem bulion Bank Mandiri setelah perseroan memperoleh lisensi kegiatan usaha bulion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Hingga Agustus 2026, Livin’ by Mandiri tercatat memiliki 42,1 juta pengguna terdaftar. Basis pengguna tersebut menjadi salah satu fondasi perseroan dalam memperluas jangkauan layanan keuangan digital, termasuk investasi emas.
Ke depan, Bank Mandiri juga menyiapkan sejumlah inovasi lanjutan, antara lain Multiguna Emas untuk pengajuan pinjaman tunai dengan agunan emas, Autodebet Emas untuk investasi rutin, serta Transfer Emas antar pengguna Livin’.
Dengan tersedianya ATM Emas di Makassar, nasabah memiliki pilihan untuk mengelola emas secara digital sekaligus mengambilnya dalam bentuk fisik. Informasi lebih lanjut mengenai layanan tersebut dapat diakses melalui laman resmi Bank Mandiri di bmri.id/atmemas dan bmri.id/tabunganemas. (*)





