Press conference Bank Mandiri, Jumat (23/10/2026)
JAKARTA — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatat perbaikan kualitas kredit hingga September 2026. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) bruto secara bank only turun menjadi 0,98%, dibandingkan 1,03% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perbaikan tersebut terjadi di tengah ekspansi pembiayaan perseroan. Penyaluran kredit Bank Mandiri mencapai Rp1.605,8 triliun per September 2026, tumbuh 16% secara tahunan (year on year/YoY).
Selain penurunan NPL bruto, rasio kredit dalam perhatian khusus atau special mention loan (SML) juga menyusut menjadi 2,88% dari sebelumnya 3,35%.
Bank Mandiri turut mencatat rasio NPL coverage sebesar 243%, sedangkan cost of credit berada di level 0,55%. Kedua indikator tersebut menjadi bagian dari gambaran pengelolaan risiko kredit perseroan.
Kredit Korporasi Tumbuh 22%
Direktur Operations Bank Mandiri, Timothy Utama, menjelaskan bahwa strategi pembiayaan perseroan menjangkau perusahaan besar hingga pelaku usaha dan nasabah individu dalam rantai pasoknya.
Per September 2026, kredit korporasi Bank Mandiri mencapai Rp700 triliun, tumbuh 22% secara tahunan. Sementara itu, kredit ekosistem turunan yang mencakup segmen small and medium enterprises (SME), mikro, dan konsumer mencapai Rp174 triliun, meningkat 9% YoY.
Pendekatan berbasis ekosistem tersebut ditujukan untuk menghubungkan kebutuhan pembiayaan perusahaan dengan pelaku usaha dan nasabah yang mendukung aktivitas bisnisnya.
“Kami menghubungkan layanan bagi perusahaan, pelaku UMKM, dan nasabah individu agar kebutuhan transaksi serta pembiayaan mereka dapat terlayani dengan lebih baik. Dengan dukungan operasional yang andal, pendekatan ini membuka akses bagi usaha untuk berkembang dan memperluas kegiatan ekonomi di daerah,” ujar Timothy dalam konferensi pers virtual, Jumat (23/10/2026).
Pada segmen mikro, kredit non-subsidi tercatat sebesar Rp31,2 triliun, tumbuh 12,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penyaluran kredit usaha mikro non-subsidi tersebut telah menjangkau 37 provinsi.
NPL Coverage Tercatat 243%
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri mencapai Rp1.750,2 triliun per September 2026, tumbuh 17,7% YoY. Sementara itu, total aset perseroan tercatat Rp2.404,1 triliun, meningkat 20,1% secara tahunan.
Perseroan juga membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp45,5 triliun hingga kuartal III 2026, tumbuh 20,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi efisiensi, rasio cost to income ratio (CIR) secara bank only turun menjadi 36,1% dari 43% pada September 2025. Perbaikan ini menunjukkan peningkatan efisiensi operasional perseroan.
Adapun rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) secara bank only berada di level 18,4% per September 2026.
Di tengah pertumbuhan kredit dan laba, perbaikan NPL serta penurunan SML menjadi indikator penting dalam memantau kualitas portofolio pembiayaan Bank Mandiri. Meski demikian, perkembangan kualitas aset tetap perlu dicermati seiring berlanjutnya ekspansi kredit perseroan. (*)






1 thought on “NPL Bank Mandiri Turun Jadi 0,98%, Kualitas Kredit Membaik”