
MAKASSAR – Hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 Jalur Domisili di Kota Makassar langsung dikawal ketat oleh otoritas pendidikan setempat.
Guna memastikan proses verifikasi berkas berjalan jujur, adil, dan bersih dari praktik curang, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Makassar, Achi Soleman, menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri, Senin (22/6/2026).
Langkah taktis ini diambil untuk menjamin prinsip transparansi dan akuntabilitas sejak hari pertama pendaftaran yang dijadwalkan berlangsung hingga 26 Juni 2026 mendatang.
Pastikan Verifikasi Berkas Objektif dan Bebas Kendala
Dalam sidak tersebut, Kadisdik Achi Soleman didampingi oleh Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Makassar, Andi Akhmad Muhajir Arif. Beberapa sekolah yang ditinjau langsung antara lain:
- UPT SPF SMP Negeri 2 Makassar (Kecamatan Ujung Pandang)
- UPT SPF SMP Negeri 53 Makassar (Kecamatan Ujung Pandang)
- UPT SPF SMP Negeri 45 Makassar (Kecamatan Wajo)
Dari hasil pantauan di lapangan, Achi mengapresiasi kesiapan panitia sekolah dalam melayani masyarakat serta memverifikasi dokumen administrasi penting seperti Kartu Keluarga (KK) dan Akta Kelahiran.
“Kami turun langsung untuk melihat bagaimana kesiapan sekolah dalam pelaksanaan jalur domisili. Alhamdulillah, dari hasil pemantauan, kesiapan panitia dalam melakukan verifikasi berkas pendaftaran berjalan dengan baik,” ujar Achi Soleman.
Maksimalkan Aplikasi Lontara Plus Pendidikan, Siswa Punya 5 Pilihan Sekolah
Salah satu poin krusial yang ditinjau Kadisdik adalah fungsionalitas aplikasi Lontara Plus Pendidikan. Melalui sistem digital ini, calon peserta didik diberikan fleksibilitas untuk memilih hingga lima sekolah, yang mencakup kombinasi sekolah negeri dan swasta yang telah terintegrasi.
Achi menegaskan bahwa seleksi didasarkan sepenuhnya pada akurasi data spasial. Jarak antara rumah calon siswa dengan sekolah tujuan dihitung secara otomatis oleh sistem berdasarkan radius dan titik koordinat KK.
“Sistem akan membaca jarak berdasarkan data yang tercantum dalam kartu keluarga sehingga proses seleksi dapat berjalan lebih objektif dan transparan,” jelasnya.
Antisipasi Error, Disdik Makassar Siapkan Helpdesk di Tiap Sekolah
Meskipun antusiasme masyarakat sangat tinggi pada hari pertama, Dinas Pendidikan memastikan belum ada kendala teknis yang berarti. Namun, bagi orang tua siswa yang masih gagap teknologi atau membutuhkan pendampingan aplikasi, Disdik telah menyiagakan posko bantuan.Layanan Bantuan SPMB Makassar 2026📍 Helpdesk Fisik: Tersedia di setiap sekolah tujuan pendaftaran.🏢 Kantor Dinas: Pelayanan langsung di Kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar.📱 Fungsi: Pendampingan input data dan solusi kendala teknis aplikasi Lontara Plus Pendidikan.
“Kalau ada kendala, masyarakat bisa datang langsung ke Dinas Pendidikan atau ke sekolah. Kami sudah menyiapkan helpdesk untuk membantu orang tua,” tambah Achi.
Regulasi Kuota dan Pengalihan Sisa Jalur Non-Domisili
Menjawab pertanyaan terkait daya tampung, Achi menjelaskan bahwa kuota jalur domisili di tiap sekolah bersifat variatif. Hal ini disesuaikan dengan jumlah rombongan belajar (rombel), kapasitas ruang kelas, serta sarana prasarana masing-masing sekolah.
Terkait potensi adanya sisa kuota dari jalur non-domisili yang sepi peminat, pihak Disdik menegaskan akan tunduk pada Permendikbudristek Nomor 3 Tahun 2025. Sisa kuota tersebut berpotensi dialihkan untuk menambah daya tampung jalur domisili setelah melalui tahap akumulasi dan evaluasi resmi.
“Kita masih menunggu proses berjalan. Setelah seluruh tahapan selesai, baru akan dilakukan akumulasi. Tentu, semua akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan dalam juknis,” pungkasnya.
Dengan pengawasan ketat sejak hari pertama, Pemkot Makassar berharap SPMB Jalur Domisili 2026 ini melahirkan iklim penerimaan siswa baru yang bersih, tertib, dan memberikan hak pendidikan yang adil bagi seluruh anak di Kota Makassar. (*)



