
Makassar,–Atmosfer menjelang partai puncak di New Jersey ini terasa luar biasa magis. Ini bukan sekadar laga perebutan trofi berlapis emas seberat 6,1 kilogram; ini adalah bentrokan absolut antara dua raja benua dan dua tim teratas di peringkat FIFA.
Reigning World & Copa América champions Argentina akan menantang kedigdayaan kampiun Eropa Spanyol. Panggungnya sudah siap, tirai Stadion MetLife akan segera dibuka.
Argentina: Mental Juara dan Dansa Terakhir Sang Mesias
Jalan Albiceleste menuju final sama sekali tidak bertabur bunga. Pasukan Lionel Scaloni berkali-kali dipaksa berjalan di atas bara api. Mereka harus melewati babak perpanjangan waktu yang menguras emosi saat meladeni Tanjung Verde di babak 32 besar dan Swiss di perempat final.
Puncaknya terjadi di semifinal melawan Inggris. Tertinggal lebih dulu, mental baja sang juara bertahan berbicara.
Magis Lionel Messi yang menyumbang dua assist brilian berhasil menghidupkan asa, diselesaikan dengan dingin oleh Enzo Fernandez dan gol dramatis Lautaro Martinez di masa injury time (90+2′).
Bagi Argentina, laga ini mengusung misi sejarah yang monumental:
- Misi Quad-Trick: Menjadi tim pertama dalam sejarah sepak bola modern yang menjuarai empat turnamen mayor beruntun (Copa América 2021, Piala Dunia 2022, Copa América 2024, dan Piala Dunia 2026).
- Gelar Back-to-Back: Bergabung dengan klub elite bersama Italia dan Brasil sebagai negara yang mampu mempertahankan takhta Piala Dunia.
Spanyol: Kontrol Mutlak dan Dinding Kokoh La Roja
Jika Argentina mencapai final lewat drama dan ketahanan emosional, Spanyol melenggang dengan kontrol taktis yang sangat presisi.
Di bawah komando Luis de la Fuente, La Roja bertransformasi menjadi mesin sepak bola yang luar biasa seimbang.
Kemenangan meyakinkan 2-0 atas Prancis di semifinal menegaskan satu hal: Spanyol adalah tim dengan pertahanan terbaik di turnamen ini. Kolektivitas lini tengah dikombinasikan dengan tusukan mematikan Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro membuat mereka mencatatkan 6 clean sheets dan hanya kebobolan satu gol sepanjang kompetisi.
Spanyol dipastikan tidak akan membiarkan Argentina mendikte permainan. Mereka akan memegang kendali aliran bola, memaksa lini tengah Argentina bekerja ekstra keras untuk merebutnya.
Analisis Taktik: Penguasaan Bola vs Transisi Emosional
Pertandingan ini akan menjadi duel catur yang menarik. Spanyol diprediksi akan mendominasi possession, mengandalkan sirkulasi bola pendek yang sabar untuk membongkar pertahanan berlapis Argentina.
Di sisi lain, kekuatan utama Argentina terletak pada transisi cepat dan efisiensi serangan balik yang digerakkan oleh visi bermain Messi serta pergerakan dinamis Julian Alvarez.
Lini belakang Spanyol yang jarang mendapat tekanan masif sepanjang turnamen akan menghadapi ujian paling sahih dari barisan penyerang berpengalaman Albiceleste.
Prediksi Susunan Pemain:
🇦🇷 Argentina (4-3-3)
Kiper Emiliano Martinez
Bek Nahuel Molina, Cristian Romero, Nicolas Otamendi, Nicolas Tagliafico
Gelandang Rodrigo De Paul, Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister
Penyerang Lionel Messi, Julian Alvarez, Nico Gonzalez
🇪🇸 Spanyol (4-3-3)
Kiper Unai Simon
Bek Pedro Porro, Robin Le Normand, Aymeric Laporte, Marc Cucurella
Gelandang Rodri, Fabian Ruiz, Dani Olmo
Penyerang Lamine Yamal, Alvaro Morata, Nico Williams
Detail Pertandingan
- Kompetisi: Final Piala Dunia FIFA 2026™ (Match 104)
- Kickoff (WITA): Senin, 20 Juli 2026, pukul 03:00 WITA
- Stadion: New York New Jersey Stadium (MetLife Stadium), East Rutherford
- Wasit: Slavko Vinčić (Slovenia)
- Saksikan Lewat: Siaran gratis TVRI Nasional / TVRI Sport (TV Digital/STB) & Layanan Streaming Resmi (MAXStream / FolaPlay). (*)






