
Makassar — Guna mendorong peningkatan dan perluasan pembelajaran bahasa Jepang di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA/SMK/MA), The Japan Foundation, Jakarta sukses menggelar kegiatan sosialisasi di dua kota utama Indonesia Timur, yakni Denpasar (21/7) dan Makassar (23/7).
Acara yang berlangsung di HARRIS Hotel & Conventions Denpasar dan Mercure Nexa Pettarani Makassar ini disambut antusias oleh puluhan perwakilan sekolah. Kegiatan ini menghadirkan jajaran Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, guru, hingga staf perwakilan—baik dari sekolah yang telah menerapkan mata pelajaran Bahasa Jepang maupun yang belum.
Buka Peluang Karir dan Studi Lanjutan ke Jepang
Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai urgensi dan manfaat pembelajaran bahasa Jepang di jenjang pendidikan menengah. Selain meningkatkan minat dan motivasi siswa terhadap budaya Jepang, acara ini memaparkan berbagai program dukungan pendidikan, informasi beasiswa lanjutan studi, hingga prospek karir global melalui penguasaan bahasa Jepang.
Kegiatan di Makassar secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Konsuler Jepang di Makassar, OHASHI Koichi, bersama Kabag Kerja Sama dan Fasilitasi Internasional Kemendikdasmen RI, Lukmanul Hakim, S.S., M.Hum, M.Ed., Ph.D., Kabid SMK Disdik Sulsel, H. Hery Sumiharto, S.E., M.Ed., Kakanwil Kemenag Sulsel, Dr. H. Ali Yafid, M.Pd., serta Director General The Japan Foundation Jakarta, INAMI Kazumi.
Sementara itu, gelaran di Denpasar turut dihadiri Konsul Jenderal Jepang di Denpasar, MIYAKAWA Katsutoshi, serta perwakilan dari Disdikpora dan Kanwil Kemenag Provinsi Bali.
Program NIHONGO Partners: Indonesia Penerima Terbanyak
Sebagai bentuk komitmen nyata, The Japan Foundation konsisten menjalankan Program Pengiriman Mitra Bahasa Jepang (NIHONGO Partners Program) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sejak 2014, serta Kementerian Agama sejak 2023.
Melalui program ini, penutur asli (native speaker) asal Jepang dikirim langsung untuk mendampingi pengajaran bahasa dan budaya di sekolah-sekolah Indonesia. Hingga saat ini, dari total 4.000 NIHONGO Partners yang dikirim ke berbagai negara Asia, Indonesia menjadi penerima terbanyak dengan akumulasi lebih dari 1.000 tenaga pengajar yang telah ditugaskan. (*)





