
MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendorong lingkungan berbasis RT dan RW untuk menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang produktif.
Pria yang akrab disapa Appi ini menekankan pentingnya membangun siklus yang saling terintegrasi, mulai dari pengelolaan sampah, urban farming, hingga penguatan ekonomi warga.
Pesan tersebut disampaikan Appi saat menghadiri Malam Weekend Kuliner Lorong 37 di Jalan Sungai Limboto, Kelurahan Maradekaya, Kecamatan Makassar, Sabtu (1/8/2026) malam.
Dalam perayaan semarak kemerdekaan tersebut, Appi secara khusus mengapresiasi kebersamaan warga RT 003 RW 001 yang dinilainya berhasil menyulap pemukiman menjadi asri, bersih, dan berdaya guna.
Sampah Jadi Kompos hingga Pakan Ternak
Di Lorong 37, warga telah membiasakan diri memilah sampah organik, nonorganik, residu, hingga bahan berbahaya dan beracun (B3).
Tak cuma itu, sisa lahan lorong dimanfaatkan untuk urban farming lewat teknik hidroponik, tanaman polibag, hingga peternakan ayam.
Appi menilai inisiatif ini sangat krusial jika dihubungkan menjadi satu ekosistem yang utuh:
- Sampah Organik: Diolah menjadi kompos alami.
- Pengolahan Maggot: Memanfaatkan sisa makanan untuk pakan ternak ayam.
- Bank Sampah Unit: Sampah anorganik dikelola agar bernilai ekonomis dan menambah pendapatan dapur warga.
“Tidak banyak warga masyarakat yang bisa secara bersama-sama bergotong royong menciptakan suasana yang sangat asri dan bersih seperti ini. Inilah yang kita harapkan: satu lingkungan punya sistem siklus integrasi yang menjaga kebersihan sekaligus bernilai ekonomi,” ujar Appi.
Kreativitas Tiap Wilayah Berbeda, Hadiah Rp100 Juta Menanti
Meski begitu, Appi menegaskan tiap RT/RW tak wajib meniru mentah-mentah konsep Lorong 37. Setiap wilayah diimbau menggali potensi lokal masing-masing.
Ia mencontohkan Kelurahan Berua di Kecamatan Sudiang yang kini fokus mengembangkan konsep wilayah herbal. Keberagaman ide ini dianggap sebagai kekuatan utama pembangunan dari tingkat tapak.
Guna memicu semangat warga, Pemkot Makassar telah menyiapkan stimulus berupa hadiah Rp100 juta bagi wilayah RT/RW terbaik, yang rencananya diumumkan pada Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar mendatang.
Appi menggarisbawahi bahwa dana apresiasi tersebut bukan untuk kantong pribadi ketua RT atau RW, melainkan dimanfaatkan bersama untuk fasilitas publik warga.
“Hadiah itu digunakan bersama masyarakat untuk kebutuhan lingkungan, seperti pengadaan kursi, tenda, hingga perbaikan pos ronda,” tegasnya.
Appi turut menginstruksikan para camat dan lurah untuk tidak tinggal diam dan terus mendampingi serta mendukung penuh inisiatif swadaya warga di wilayahnya masing-masing. (*)



