
BEKASI — Memperingati hari jadi ke-7 pada Selasa (4/8/2026), Primaya Hospital Bekasi Utara memperkuat komitmen pelayanan medis dengan menghadirkan teknologi modern sekaligus memperluas jaminan perlindungan sosial bagi masyarakat sekitar.
Mengusung tema “Together Shaping the Future of Healthcare: Innovation, Compassion, Excellence”, rumah sakit ini resmi meluncurkan tiga layanan unggulan berbasis teknologi serta menyalurkan bantuan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi 300 pekerja rentan sektor informal di wilayah Bekasi Utara selama enam bulan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Inovasi Layanan Kesehatan Modern
Pengembangan medis yang dihadirkan meliputi tiga fasilitas terpadu yang saling melengkapi:
- Layanan MRI: Memperkuat kapasitas diagnostik melalui pencitraan beresolusi tinggi guna membantu tim medis menegakkan diagnosis penyakit secara presisi, akurat, dan cepat.
- Wellness Center: Pusat layanan promotif dan preventif komprehensif, mencakup Medical Check Up (MCU), estetik, kesehatan mental, klinik gizi, hingga imunisasi lintas usia untuk mendukung deteksi dini penyakit.
- Brain & Neurospine Center: Layanan terpadu berbasis kolaborasi dokter spesialis saraf, bedah saraf, dan ortopedi tulang belakang. Pusat ini menyediakan evaluasi holistik, tindakan minimal invasif, rehabilitasi, hingga opsi pembedahan sesuai kebutuhan pasien.
Direktur Primaya Hospital Bekasi Utara, drg. Melanie Husna, MARS, FISQua, menegaskan bahwa momentum usianya yang ke-7 menjadi pijakan untuk bertumbuh bersama masyarakat.
”Inovasi bukan hanya menghadirkan teknologi terbaru, tetapi memastikan masyarakat mendapat akses layanan yang cepat, akurat, komprehensif, dan berpusat pada pasien. Di saat yang sama, kami percaya rumah sakit memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar drg. Melanie.
Perlindungan Jaminan Sosial Pekerja Informal
Melalui program CSR, Primaya Hospital Bekasi Utara menanggung iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 300 pekerja rentan bukan penerima upah (BPU), seperti pedagang kaki lima, pengemudi ojek, buruh harian lepas, hingga asisten rumah tangga. Langkah ini diambil guna memberikan rasa aman dari risiko kecelakaan kerja dan kematian saat menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bekasi Kota, Ahmad Fauzan, menyampaikan apresiasinya atas sinergi antar-sektor ini.
”Perlindungan jaminan sosial adalah hak setiap pekerja. Kolaborasi ini tidak hanya memperluas cakupan perlindungan bagi pekerja informal, tetapi juga membuktikan peran aktif dunia usaha dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Ahmad Fauzan.
Melalui integrasi layanan medis modern dan kepedulian sosial, Primaya Hospital Bekasi Utara terus memperkuat perannya sebagai penyedia solusi kesehatan terpercaya (trusted healthcare solution) bagi masyarakat Bekasi dan sekitarnya. (*)



