
TORAJA UTARA – Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Makale menggelar program Tax Goes to School di SMA Negeri 2 Toraja Utara, Jumat (7/8/2026). Langkah ini ditujukan untuk menanamkan pemahaman dan kesadaran perpajakan kepada para siswa sebagai calon pemegang tongkat estafet pembangunan.
Diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari siswa dan guru, edukasi ini mengenalkan peran krusial pajak sebagai tulang punggung penerimaan negara. Sektor perpajakan selama ini menjadi penyokong utama pembiayaan fasilitas umum, mulai dari pendidikan, kesehatan, pertahanan, hingga infrastruktur nasional.
Kepala SMAN 2 Toraja Utara, Drs. A.S. Parassa, menyambut positif inisiatif tersebut. Menurutnya, pemahaman mengenai manfaat pajak sangat penting dibentuk sejak dari bangku sekolah.
“Anak-anak kamilah yang akan menjadi motor penggerak bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Setelah mendapat informasi yang benar tentang perpajakan, mereka juga bisa mengedukasi lingkungan sekitarnya, termasuk keluarga,” kata Parassa.
Kepala KP2KP Makale, Frans Hans Manik, menjelaskan bahwa program edukasi ini memang sengaja didesain relevan dengan rentang usia pelajar. Meski belum menjadi wajib pajak aktif, para siswa disiapkan agar memiliki fondasi pemikiran yang tepat saat kelak memasuki dunia kerja atau wirausaha.
“Hari ini adik-adik memang belum menjadi wajib pajak. Namun beberapa tahun lagi, kalian akan berkontribusi kepada negara melalui profesi masing-masing. Ketika saatnya tiba, pemahaman bahwa membayar pajak adalah bentuk gotong royong membangun bangsa sudah tertanam,” tutur Frans.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Selain pemaparan materi dan diskusi dua arah, acara diselingi kuis seputar perpajakan yang disambut antusias oleh para siswa.
Program Tax Goes to School sendiri merupakan agenda rutin Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk membangun budaya sadar pajak secara berkesinambungan sejak dini. (*)






