
MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengambil langkah cepat dan tegas untuk mengantisipasi dampak bencana kekeringan akibat fenomena iklim El Nino ekstrem dengan menetapkan status Tanggap Darurat Kekeringan.
Hal itu diungkapkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, M Fadli usai menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Aktivasi Komando, Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Nino tahun ini diprediksi berlangsung lebih kuat dari tahun-tahun sebelumnya, dimana diperkirakan berlangsung hingga empat bulan ke depan, mirip dengan kondisi puncak krisis iklim yang pernah terjadi pada tahun 2003 lalu.
“Menindaklanjuti instruksi langsung dari Wali Kota Makassar, Pemkot Makassar resmi mengaktifkan Pos Komando Tanggap Darurat Bencana (TDB) yang dipusatkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar,” ujarnya.
Pengaktifan posko ini diawali dengan Rakor Aktivasi Komando Intervensi Bencana Kekeringan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder), Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), serta elemen potensi masyarakat se-Kota Makassar.
Renops El Nino Satu Pintu Melalui BPBD Makassar
Untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran dan mencegah terjadinya tumpang tindih (overlapping) di lapangan, Pemkot Makassar merumuskan Rencana Operasi (Renops) serta Prosedur Tetap (Protap) intervensi darurat secara terstruktur.
Mekanisme penanganan krisis air bersih dan dampak bencana kekeringan ini menerapkan sistem pelayanan satu pintu melalui alur koordinasi terpadu:
- Laporan Masyarakat: Warga yang mengalami krisis air bersih atau dampak kekeringan dapat mengirimkan laporan langsung ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Makassar.
- Verifikasi Data: Tim Pusdalops mengolah dan memverifikasi data kebutuhan logistik di titik-titik lokasi terdampak.
- Penerbitan Surat Tugas: Pos Komando TDB menerbitkan perintah tugas penyaluran berdasarkan prioritas kebutuhan wilayah.
- Eksekusi Intervensi: Tim lapangan bergerak melakukan penyaluran air bersih dan bantuan secara langsung ke masyarakat.
Alokasi Dana BTT El Nino untuk Krisis Air
Pemerintah Kota Makassar juga memastikan kesiapan anggaran darurat untuk mendukung seluruh operasional intervensi kekeringan ini. Hasil pemetaan potensi dan inventarisasi kebutuhan dari Rakor akan dimasukkan ke dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) untuk diajukan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) melalui alokasi Dana Belanja Tidak Terduga (BTT).
Fokus utama pemanfaatan dana BTT ini adalah penyediaan suplai air bersih dan air minum secara gratis bagi seluruh warga yang terdampak di berbagai kecamatan.
| Tahapan Alur Penanganan | Fokus Kegiatan Utama |
| Pusat Informasi (Pusdalops) | Menerima dan memetakan laporan krisis air dari warga. |
| Posko Komando BPBD | Menyatukan modalitas armada, personel, dan pendistribusian. |
| Pembiayaan (BTT) | Mengakomodasi kekurangan sarana-prasarana penyaluran air bersih. |
| Tim Eksekusi Lapangan | Melakukan penyaluran air bersih secara merata dan terkoordinasi. |
Antisipasi Dampak Sistemik: Kebakaran, Kesehatan, hingga Ekonomi
Pemerintah daerah menegaskan bahwa ancaman El Nino tidak hanya terbatas pada masalah krisis air minum, tetapi berpotensi memicu dampak sistemik yang membahayakan berbagai sektor kehidupan masyarakat (domino effect).
Oleh karena itu, Pos Komando TDB juga disiagakan untuk mengantisipasi sejumlah potensi risiko turunan akibat cuaca panas ekstrem:
- Peningkatan Risiko Kebakaran: Suhu udara yang tinggi dan cuaca kering meningkatkan potensi terjadinya kebakaran pemukiman serta lahan secara cepat.
- Lonjakan Masalah Kesehatan: Kurangnya ketersediaan air bersih berpotensi memicu merebaknya berbagai penyakit kulit dan pencernaan di tengah masyarakat.
- Ancaman Kerugian Ekonomi UMKM: Penurunan debit air berpotensi mengganggu pasokan listrik PLN. Pemadaman listrik secara bergilir dapat menghentikan aktivitas produksi usaha kecil dan menengah (UKM).
Melalui penetapan status tanggap darurat dan aktivasi sistem komando terintegrasi ini, Pemkot Makassar optimistis dapat meminimalisir dampak kekeringan El Nino serta memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi dengan baik.
- Strategi SEO & Readability: Kata kunci (El Nino, kekeringan Makassar, BPBD Makassar, tanggap darurat, air bersih) disebar secara alami. Struktur artikel memanfaatkan bullet points untuk alur pelayanan, serta tabel alur penanganan guna mempermudah pemahaman pembaca di perangkat seluler (mobile-friendly).




1 thought on “Ancaman El Nino Diprediksi 4 Bulan, Pemkot Makassar Tetapkan Status Tanggap Darurat”