Makassar,–Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) mengambil langkah strategis untuk memperkuat pencegahan stunting dan meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan fokus pada fondasi paling dasar: pelayanan Keluarga Berencana (KB) yang berkualitas. Langkah ini diwujudkan dengan menyelenggarakan kegiatan “Peningkatan Kompetensi Petugas Logistik Alat dan Obat Kontrasepsi serta Sarana Penunjang Pelayanan KB”.
Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas PPKB Kota Makassar, Drs. A. Irwan Bangsawan, M.Si., di Gedung Makassar Government Center, Rabu (26/8/2025).
Kegiatan ini diklaim bukan sekadar pelatihan biasa. Ini adalah upaya sistematis untuk memastikan bahwa seluruh layanan KB, dari tingkat puskesmas hingga jejaringnya, didukung oleh tenaga yang kompeten dan sistem logistik yang andal.
- Hari Anak Nasional 2026: Wawali Aliyah Mustika Ilham Tegaskan Makassar Siap Wujudkan Kota Ramah Anak
- SIGAP PESISIR Resmi Masuk IGA 2026, Inovasi BPBD Makassar Tingkatkan Kecepatan Tanggap Bencana
- Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Disetujui, Wali Kota Komitmen Perkuat Tata Kelola Keuangan
- Hari Anak Nasional 2026, Pemkot Makassar Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Pembagian Seragam Gratis
- Lewat Inovasi SiAKSES, Notifikasi Hak Keuangan Anggota DPRD Makassar Masuk HP dalam Hitungan Detik
“Ketersediaan alat dan obat kontrasepsi yang lancar, tepat jenis, tepat jumlah, dan tepat waktu adalah kunci keberhasilan program KB. Jika logistik terganggu, partisipasi masyarakat dalam ber-KB bisa menurun, yang pada akhirnya dapat memengaruhi jarak kelahiran dan kesehatan ibu dan anak. Inilah yang secara tidak langsung berdampak pada upaya pencegahan stunting,” ujar Irwan Bangsawan dalam sambutannya.
Acara yang dihadiri oleh perwakilan dari seluruh Fasilitas Kesehatan (Faskes) dan jejaringnya se-Kota Makassar, serta seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) KB ini, menekankan pada peningkatan kapasitas petugas di garda terdepan.

Narasumber dari Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan hadir untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman terkini dalam pengelolaan logistik dan standar pelayanan KB.
Angle yang diangkat menunjukkan bahwa program KB bukan hanya tentang pengendalian jumlah penduduk, tetapi merupakan investasi untuk kualitas hidup.
Keluarga yang dapat merencanakan kehamilan dengan baik memiliki kesempatan lebih besar untuk mempersiapkan gizi, perawatan, dan pendidikan yang optimal bagi anak-anaknya, yang pada ujungnya memutus mata rantai stunting.
Dengan kompetensi petugas yang meningkat, diharapkan konseling KB kepada calon akseptor menjadi lebih maksimal.
Masyarakat tidak hanya mendapat alat kontrasepsi, tetapi juga pemahaman yang utuh tentang manfaat perencanaan keluarga bagi kesehatan dan ekonomi keluarga.
Kerjasama yang sinergis antara Dinas PPKB Kota Makassar dengan seluruh Faskes dan jejaringnya ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pelayanan KB yang prima.
Dampaknya, tidak hanya pada tercapainya target program keluarga berencana, tetapi juga pada percepatan penurunan angka stunting dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Makassar secara berkelanjutan. (*)



