Makassar,–Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri kegiatan Pembukaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan, bertempat di halaman Kantor TVRI Sulsel, Jl. Padjonga Dg. Ngalle No.14, Makassar, Senin (13/10/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di wilayah Sulawesi Selatan, serta memastikan keterjangkauan pangan bagi masyarakat menjelang akhir tahun.
Dalam kesempatan tersebut, Aliyah Mustika Ilham turut meninjau sejumlah tenant dan stan pelaku usaha pangan yang berpartisipasi dalam kegiatan GPM Serentak.
Ketua FKPPI Sulsel itu juga didampingi oleh Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar, Alamsyah Sahabuddin, serta berdialog langsung dengan para pelaku usaha dan masyarakat yang hadir.
- HM Aksa Mahmud, Pengusaha Paripurna Asal Barru
- Gubernur Sulsel Temui Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Bahas Energi di Pulau
- Jalan Poros moncongloe Senilai Rp239 Miliar Mulai Dikerjakan
- Pertamina Akselerasi Perluasan Penyaluran Biosolar B50 di Sulawesi
- Proyek HPAL Sambalagi Masuk Fase Krusial, PT Vale Umumkan Kedatangan Mesin Autoclave
“Gerakan Pangan Murah ini sangat penting untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Pemerintah Kota Makassar tentu mendukung penuh inisiatif seperti ini, karena sejalan dengan komitmen kami dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat kota,” ujar Aliyah Mustika Ilham.
Kehadiran Aliyah Mustika Ilham menjadi wujud nyata dukungan Pemerintah Kota Makassar terhadap program pemerintah provinsi dalam menjaga ketahanan pangan regional dan memperkuat sinergi lintas daerah di Sulawesi Selatan.
Acara ini juga dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, unsur Forkopimda Sulsel, serta para kepala daerah kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan secara Virtual.
Melalui kegiatan ini, Aliyah Mustika Ilham yang juga menjabat sebagai Ketua FKPPI Sulsel, berharap sinergitas antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dapat terus terjalin untuk menciptakan pangan yang stabil, terjangkau, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Sulsel. (*)






