
​MAKASSAR, — Pemerintah Kota Makassar terus memacu akselerasi pembenahan sistem pengelolaan sampah kota. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengungkapkan bahwa penataan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa Antang kini telah mencapai progres signifikan, yakni 93 persen menuju sistem sanitary landfill.
​Pernyataan tersebut disampaikan Munafri merespons perhatian khusus yang diberikan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, terkait penanganan persampahan di Makassar dalam Rapat Koordinasi Bersama Kepala Daerah se-Sulawesi Selatan di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (4/8/2026).
​Munafri yang akrab disapa Appi menegaskan, fokus utama Pemkot Makassar saat ini adalah menyelesaikan sanksi administratif dari pemerintah pusat akibat praktik open dumping di masa lalu.
​”Di TPA ada proses pembenahan yang terus kita jalankan agar sanksi administratif segera dicabut. Penanganan area terbuka sudah mencapai sekitar 93 persen, di mana lahan ditutupi tanah dan dipasangi membran dengan sistem terasering,” terang Munafri.
​Transisi Proyek PSEL: Beralih ke Perpres 109 dengan Pendampingan APH
​Selain pembenahan fisik TPA Tamangapa, Munafri juga memaparkan peta jalan penyelesaian proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Proyek strategis ini tengah memasuki tahap transisi regulasi, yakni pengakhiran kontrak lama berbasis Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 untuk beralih ke skema baru Perpres Nomor 109.
​Untuk menjamin kepastian hukum dan transparansi, Pemkot Makassar menggandeng Aparat Penegak Hukum (APH) serta lembaga pengawas resmi.
​”Proses perpindahan dari Perpres 35 ke Perpres 109 membutuhkan pengakhiran perjanjian dengan pemenang terdahulu. Kami meminta pendampingan langsung dari BPKP dan Kejaksaan agar seluruh proses transisi berjalan sesuai aturan hukum dan bisa lebih cepat terealisasi,” tegas Appi.
​Sinergi Pusat dan Pemilahan Sampah dari Hulu
​Sebelumnya, Menko Pangan Zulkifli Hasan meminta Pemkot Makassar mempercepat pembenahan pengelolaan sampah serta mendorong realisasi PSEL sebagai solusi jangka panjang kawasan perkotaan.
​”Saya memberikan perhatian khusus kepada Bapak Wali Kota Makassar mengenai persoalan persampahan agar dapat tertangani dengan baik dan modern,” ujar Zulkifli.
​Menanggapi hal tersebut, Munafri menilai dorongan pemerintah pusat merupakan amunisi positif bagi Pemkot Makassar untuk bekerja lebih cepat. Namun, ia kembali mengingatkan bahwa kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya berada di hilir (TPA), tetapi juga di hulu.
​”Keberhasilan TPA sangat bergantung pada pengelolaan di tingkat rumah tangga. Kami terus mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah agar volume sampah residu yang masuk ke TPA dapat ditekan secara signifikan,” pungkasnya. (*)






