
MAKASSAR – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Makassar melakukan peninjauan dan penilaian lapangan terhadap program Kebun “Aku Hatinya PKK” di 15 kecamatan se-Kota Makassar. Agenda penilaian berkala ini berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak 11 hingga 13 Agustus 2026.
Peninjauan ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan pekarangan rumah warga, tingkat keberagaman tanaman, hingga tingkat partisipasi aktif masyarakat dalam mengelola kebun produktif di lingkungan kelurahan masing-masing.
Tim penilai independen yang diterjunkan terdiri dari lintas instansi ahli, antara lain Dekan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa (Unibos) Dr. Amiruddin, Kepala Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Makassar Faisal, serta Kasmawaty perwakilan TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan.
Fokus Penilaian: Integrasi Warung Hidup, Lumbung Hidup, dan TOGA
Ketua Bidang III TP PKK Kota Makassar, Prof. Dr. Ir. Hadijah Mahyuddin, menegaskan bahwa peninjauan ini bukan sekadar ajang perlombaan estetika kebun belaka. Lebih jauh, program ini merupakan gerakan masif untuk menciptakan kemandirian pangan berbasis pemukiman.
Sementara itu, Ketua Pokja III TP PKK Kota Makassar, Dr. Erieka Novianti, menambahkan ada tiga pilar utama yang menjadi indikator penilaian lapangan:
- Warung Hidup: Tanaman sayur dan bumbu dapur yang dapat dipanen harian untuk kebutuhan memasak keluarga.
- Lumbung Hidup: Tanaman karbohidrat alternatif pendamping beras seperti ubi, singkong, dan jagung.
- Tanaman Obat Keluarga (TOGA): Apotek hidup herbal yang berfungsi sebagai penanganan kesehatan tingkat pertama.
“Yang kita lihat bukan hanya kebunnya bagus atau tidak, tetapi bagaimana kebun ini benar-benar hidup dan dimanfaatkan. Mulai dari tanaman pangan hingga tanaman obat keluarga,” jelas Dr. Erieka Novianti.
Catatan Evaluasi Pakar Pertanian Unibos
Dekan Fakultas Pertanian Unibos, Dr. Amiruddin, mengapresiasi keberhasilan TP PKK Makassar dalam mewujudkan konsep kebun pekarangan produktif di wilayah perkotaan (urban farming). Berdasarkan pengamatan langsung di empat kelurahan sampel awal, kelengkapan jenis tanaman sudah terpenuhi secara baik.
Namun demikian, tim akademisi memberikan dua catatan strategis untuk pengembangan jangka panjang: Aspek EvaluasiKondisi Saat IniRekomendasi Pengembangan Integrasi SistemKelengkapan jenis tanaman sudah terpenuhi di tiap kompleks.Pengelolaan perlu dihubungkan agar antar-unsur tanaman saling mendukung. Pengelolaan LimbahPemanfaatan sampah organik rumah tangga belum maksimal.Optimalisasi pupuk kompos dan kotoran ternak untuk kesuburan tanah.
Sebaran 15 Lokasi Kebun ‘Aku Hatinya PKK’ yang Ditingkau
Penilaian menyasar titik-titik kebun percontohan yang tersebar merata di wilayah daratan hingga kepulauan Kota Makassar:
- Biringkanaya: Kelurahan Untia
- Tamalanrea: Kelurahan Parangloe
- Manggala: Kelurahan Bangkala
- Panakkukang: Kelurahan Pandang
- Rappocini: Kelurahan Bonto Makkio
- Tallo: Kelurahan Kalukuang
- Wajo: Kelurahan Malimongan Tua
- Sangkarrang: Kelurahan Barang Lompo
- Bontoala: Kelurahan Timungan Lompoa
- Mamajang: Kelurahan Labuang Baji
- Tamalate: Kelurahan Parang Tambung
- Ujung Pandang: Kelurahan Pisang Utara
- Makassar: Kelurahan Bara-Baraya
- Ujung Tanah: Kelurahan Tabaringan
- Mariso: Kelurahan Pannambungan
Melalui penilaian komprehensif ini, TP PKK Kota Makassar berharap seluruh warga dapat konsisten merawat kebun pekarangan sehingga terwujud ketahanan pangan mandiri dari tingkat rumah tangga. (*)



